Sejak beroperasinya Bandara Internasional Silangit, Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) langsung tancap gas melakukan program promosi Danau Toba. Destinasinya didorong jadi wisata bertaraf internasional. Dan promosinya, ikut dibalut dengan paket wisata yang menggandeng perusahaan travel di Singapura.

Terkait dengan finalisasi paket wisata tersebut, Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya pun hadir menyambangi Kota Medan sejak Selasa, 3 Oktober 2017. Dia bahkan ikut terjun langsung sampai Danau Toba.

Ngurah Swajaya mengatakan, selain langkah yang dilakukan Pemerintah Indonesia menggarap infrastruktur dan mempermudah akses menuju Danau Toba, menurutnya stakeholder lokal pun harus memberikan effort secara paralel.

“Kesiapan destinasi harus didukung oleh hospitality yang baik. Danau Toba memiliki potensi pariwisata yang besar dan sudah dikenal warga Singapura sejak lama. Saat ini pemerintah Indonesia sedang fokus menggarap infrastruktur dan ini merupakan sebuah langkah awal yang tepat untuk mempermudah akses ke Danau Toba. Aksesibiltas merupakan critical success factor yang saat ini sedang dikerjakan pemerintah,” ujar Ngurah Swajaya, Kamis (5/10).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pariwisata tidak hanya mengandalkan destinasi, tetapi juga bagaimana kita mampu mengemas dalam bentuk cerita yang menarik. Bahkan untuk kuliner bisa dikemas dalam bentuk story telling yang baik.

“Misalnya ketika menyuguhkan sebuah menu makanan berbarengan dengan penayangan video yang berisi tentang filosofi dan sumber bahan tersebut. Sehingga, ketika menikmati makanan wisatawan juga memiliki wawasan dan kesan yang mendalam,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BOPDT Arie Prasetyo mengapresiasi kehadiran Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya ke Danau Toba yang bertepatan dengan finalisasi paket wisata dan penerbangan internasional dari Singapura ke Silangit. Arie berharap, kunjungan Ngurah Swajaya ke Danau Toba dapat meningkatkan kerjasama dengan Indonesia di berbagai bidang.

“Semoga sekembalinya beliau ke Singapura dapat meningkatkan kerjasama dalam bidang tourism, trade and investment. Dalam arti lebih banyak wisatawan Singapura yang akan berkunjung ke Danau Toba,” ujar Arie Prasetyo.

Arie Prasetyo menambahkan, penerbangan Singapura-Silangit yang dibuka tidak hanya akan membawa turis. Tetapi juga membawa komoditas yang diperlukan oleh kedua belah pihak seperti sayur mayur dari daerah Kaldera Danau Toba. “Hal ini akan meningkatkan confident level investor untuk berinvestasi di Danau Toba,” tandas Arie Prasetyo.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, dengan adanya penerbangan internasional dari Singapura, diharapkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Danau Toba semakin bertambah. Pasalnya, Bandara Changi di Singapura merupakan hub internasional yang memungkinkan wisatawan dari negara lain terbang ke Danau Toba.

“Setelah kita dapat dari Singapura, kita bisa dapat dari mana-mana. Karena Singapura itu sebagai hub, semua orang datang ke sana. Jadi memang kita harus mengejar ke sana,” kata Menpar Arief Yahya.

Selain itu, pembangunan jalan tol Medan-Tebing Tinggi-Parapat juga akan membantu akses pariwisata ke Danau Toba lebih cepat lagi dibandingkan melewati jalan nasional.
“Lalu jalan tol dari Medan-Tebing Tinggi juga siap. Akan semakin mudah nantinya menjual paket wisata Danau Toba,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

Respon Anda?

komentar