Poster Sultan Mahmud Riayat Syah saat memimpin Kesultanan Lingga diperkenalkan pada event tingkat Provinsi Kepri. F.Dok Batam Pos.

batampos.co.id – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kepri, Doli Boniara mengatakan Pemerintah Provinsi Kepri terus berupaya meminta dukungan politik dari berbagai pihak. Yakni untuk mewujudkan Sultan Mahmud Riayat Syah III sebagai pahlawan nasional pertama dari Provinsi Kepri.

“Kita punya harapan besar dengan gelar pahlawan nasional tersebut. Karena bisa menjadi simbol perekat nasionalisme dari Provinsi Kepri,” ujar Doli Boniara menjawab pertanyaan Batam Pos, Kamis (5/10) di Tanjungpinang.

Menurut Doli, Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) sudah melakukan verifikasi faktual mengenai jejak peninggalan SMRS belum lama ini. Baik yang ada di Tanjungpinang maupun Kabupaten Lingga. Bahkan kontribusi tersebut masih dirasakan sampai sekarang ini.

“Salah satunya adalah perkebunan sagu yang tradisinya masih bertahan hingga kini. Karena sagu adalah merupakan salah satu pangan pokok kebutuhan hidup masyarakat pada waktu itu,” papar Doli.

Kontribusi lainnya di bidang perekonomian adalah pembangunan tambang timah pertama di Lingga. Selain itu, TP2GP juga mencatat benteng-benteng yang ada di Penyengat dan Lingga. Dijelaskan Doli, setelah melakukan peninjauan di lapangan mereka memberikan respon yang baik.

“Sebenarnya apakah menjadi jejak sejarah SMRS sudah kita susun dalam draf usulan berikut dengan bukti fisik peninggalan yang ada,” paparnya lagi.

Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepri tersebut juga memberikan apresiatif kepada Buppati Lingga, Alias Wello yang sudah meminta dukungan moral kepada Wakil Presiden, Jusuf Kalla saat pertemuan beberapa waktu lalu. Apalagi Lingga akan menjadi tuan rumah perhelatan Tamadun Melayu ke II pada November mendatang.

“Gelar pahlawan akan diputuskan oleh Presiden selaku Ketua Dewan Penganugerahan Gelar pada bulan November nanti. Dan akan diserahkan pada hari pahlawan, yakni 10 November mendatang,” jelas Doli.

Doli berharap, gelar tersebut menjadi milik Pemprov Kepri. Bahkan pihaknya juga sudah meminta dukungan politik dari DPD RI, Oesman Sapta Odang saat bertandang ke Kepri, awal pekan tadi. Ditambahkan Doli, pihak melakukan segala cara yang baik, demi gelar pahlawan tersebut.

“Karena ini juga menyangkut marwah Kepri, tentu kita harus berjuang. Apapun keputusannya nanti, adalah kehendak Allah SWT,” tutup Doli. (jpg)

Respon Anda?

komentar