Para penumpang Xpress Air rute Tanjungpinang-Natuna di Bandara RHF, Kamis (5/10). F. Faradilla/Batam Pos.
batampos.co.id – Tidak semua orang bisa merasakan sensasi penerbangan dengan pesawat kelas VIP atau utama. Tapi, bersama Xpress Air rute Tanjungpinang-Natuna, hal itu bisa menjadi nyata.
FARADILLA, Tanjungpinang. 
Banyak orang berpikir bahwasanya menggunakan penerbangan milik maskapai yang melayani rute pulau-pulau itu tidak berkelas rasanya. Pesawat kecil, sempit, dan sesak. Selalu begitu stigmanya. Nyatanya, tidak semua stigma bisa dipercaya.
Xpress Air, maskapai yang melayani penerbangan rute Tanjungpinang-Natuna PP memberikan sebuah pengalaman berbeda bagi para pelanggannya ketika menikmati rute baru yang mulai terbang perdana, Kamis (5/10) kemarin.
Pada penerbangan perdana kemarin, Xpress Air menerbangkan seluruh penumpangnya, menggunakan pesawat berjenis Dornier 328 seri 100. Berkapasitas 32 bangku. Kendati pesawat ini berukuran kecil, tapi tak bisa disepelekan. Dengan format kursi penumpang satu kiri dan dua kanan, maskapai Xpress Air tetap menekankan kenyamanan bagi pelanggannya.
“Basicnya ini pesawat untuk VIP. Namun kami berani menggunakan untuk penerbangan reguler,” tutur Direktur Komersial Xpress Air, Swandono.
Pesawat pabrikan Jerman dekade 90-an ini tak hanya prima di udara. Tapi juga unggul dalam sisi kenyamanan. Selangkah penumpang menginjakkan kakinya ke Dornier, kesan nyaman itu sudah terasa.
Benar saja, kenyamanan memang telah dapat dirasakan bahkan ketika persiapan sebelum penerbangan tengah berlangsung. Ini tentu sesuatu yang berbeda lantaran umumnya penumpang sudah sibuk mengkibas-kibaskan tangannya, karena panasnya udara di dalam pesawat, sementara pendingin belum dapat dioperasikan maksimal. Dengan Dornier 328, kondisinya justru berbeda.
“AC memang sudah bisa langsung dinyalakan stabil saat persiapan di darat. Ini salah satu keunggulan pesawat VIP,” beber Swandono.
Sepanjang menikmati perjalanan pun, penumpang tak perlu risau dengan ruang kaki yang sempit. Untuk penerbangan selama satu jam 20 menit, kaki dapat bergerak leluasa dan lega.
Ketika tak perlu berpanas-panasan, bahkan tak merasa kesempitan dirasa sudah menjadi standar pelayanan transportasi yang baik, Xpress Air bahkan berani memberikan pelayanan ekstra. Yakni dengan memberikan kudapan gratis dan bebas bagasi 10 kilogram.
Pelayanan sekelas VIP ini, seakan menunjang para penumpangnya untuk memanjakan mata dengan hamparan pemandangan sepanjang penerbangan.
Baru lima menit lepas landas dari Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, menuju arah utara membuat para penumpang dapat menikmati keindahan pantai Trikora, Bintan dari udara. Bahkan setiba di Natuna, hamparan pantai yang panjang pun dapat dinikmati dari udara dengan jelas.
Bram, salah seorang pekerja yang juga menumpang pesawat terbang perdana menuju Natuna mengakui hal tersebut. “Gradiasi warna lautnya juga bagus dilihat dari sini,” ucapnya sembari mendokumentasikan pemandangan alam tersebut dari jendela di sisi kanannya.
Belum pula hamparan pulau-pulau kecil di Laut Cina Selatan yang menambahkan detail-detail keindahan pemandangannya.
Pembukaan penerbangan rute Tanjungpinang – Natuna PP ini diharapkan juga mampu mendorong peningkatan pariwisata antar kedua daerah. Namun tak hanya itu, tingginya mobilitas yang terjadi dari Kabupaten menuju ibu kota provinsi, diharapkan menjadi lebih lancar dengan adanya transportasi udara yang menjembataninya.
Dikarenakan tak hanya cepat dan efektif, perjalanan untuk kebutuhan dinas, bisnis, pendidikan dan pariwisata dipastikan dapat berlangsung dengan nyaman.***

Respon Anda?

komentar