Ilustrasi (Wahyu Kokang/Jawa Pos/JawaPos.com)

batampos.co.id – Juana Escudero masih hidup. Segar bugar sehat walafiat. Tinggal bersama keluarganya di Alcala de Guadaira, kawasan suburb Sevilla, Spanyol. Tapi, dia disangka sudah meninggal oleh semua instansi pemerintah. Dia pun berniat membongkar kuburan untuk membuktikan diri masih hidup. Nah lho?

Ceritanya begini. Pada 13 Mei 2010 seorang perempuan yang bernama sama dengan Juana meninggal dunia di rumah sakit. Padahal, rumahnya di Malaga. Nah, petugas dinas kependudukan setempat rupanya salah mencatat. Yang dinyatakan meninggal adalah Juana yang asal Sevilla. Akibatnya fatal. Dia jadi tidak bisa memperbarui SIM dan asuransi kesehatan karena dikira sudah tiada.

”Enam tahun lebih aku menderita,” sambat Juana kepada EFE. Perempuan 53 tahun itu kali pertama menyadari kesalahan tersebut ketika hendak berobat ke dokter pada 2011. Dia ditolak karena social security number dia sudah tidak aktif.

”Menurut data, pemilik nomor itu sudah meninggal,” kata Marta, putri Juana.

Awalnya Juana mengira itu hanya kesalahan entry data. Namun, problemnya lebih serius dari yang dia sangka. Bahkan, ketika suaminya meninggal, dia tak bisa mengurus warisan dan malah disangka melakukan penipuan.

”Ironisnya, satu-satunya instansi yang masih menganggapku hidup adalah bank. Jadi, aku tetap harus bayar tagihan,” katanya setengah bercanda.

April 2016 dia menemukan perempuan yang berbagi nama sama dengannya. Dia mengajukan permohonan membongkar makam di Malaga itu untuk tes DNA, tapi belum disetujui. Semoga tidak terlambat! (c10/na)

Respon Anda?

komentar