batampos.co.id – Menyiasati untuk lolos dalam penilaian P1 dan terus melaju untuk mendapatkan piala Adipura tahun depan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lingga mengundang Tim Evaluasi untuk memantau sejumlah titik. Hasil pantauan tersebut nantinya akan diserahkan kepada tim peraih Adipura Pemkab Lingga untuk sebagai peningkatan pencapaian.

“Tujuannya agar penilaian P1 mulus tanpa kendala. Masukan dari Tim Evaluasi ini sebagai modal bagi kami untuk memperbaiki yang kurang dan meningkatkan lebih baik lagi,” kata Kepala BLH Kabupaten Lingga, Junaidi Adjam di Dabo Singkep, Senin (9/10) pagi.
Tim evaluasi yang datang ke Kabupaten Bunda Tanah Melayu ini sebanyak tiga orang yakni dua dari Pusat Pengendalian Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) dan satu orang berasal dari Provinsi Kepri. Ketiga tim evaluati ini nantinya akan didampingi oleh tim peraihan Adipura Pemkab Lingga di bawah naungan BLH Kabupaten Lingga.
Kali ini, BLH fokus untuk memasukkan Dabo Singkep sebagai titik pantau atau sebagai daerah yang menjadi titik pantau. Sehingga Dabo Singkep yang memang telah siap sebagai kota kategori kota sedang dapat meraih piala Adipura pada tahun depan.
“Tahun lalu penilaian terkendala karena belum adanya TPA di Daik Lingga sehingga Lingga hanya meraih sertifikat Adipura saja,” kata Junaidi.
Walau demikian, Pemkab Lingga telah berhasil meraih prestasi yang membanggakan dalam ajang Adipura dibanding kota-kota lain yang ikut pertama kali namun tidak mendapat hasil apapun. Prestasi ini yang menjadikan Pemkab Lingga lebih semangat lagi Untuk merai piala Adipura tahun depan.
Dabo Singkep yang telah memenuhi sarat dan kreteria dalam kategori kota sedang pada ajang bergensi Adipura ini memiliki 14 titik pantau. Dari 14 titik tersebut terdapat 40 item yang mesti dibenahi dan diperbaiki agar lebih bersih, asri dan rindang. Dengan seluruh titik tersebut, Junaidi optimis akan meraih piala Adipura dengan dukungan seluruh masyarakat.
“Setidaknya ajang ini dapat merubah walau secara perlahan, pandangan masyarakat terkait kebersihan sebagai kebutuhan bersama,” tutup Junaidi. (wsa)

Respon Anda?

komentar