Para pencari kerja mengikuti pelatihan yang digelar BLK Disnakertran Kabupaten Natuna, Senin (9/10). F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Balai Latihan Kerja (BLK) dinas tenaga kerja dan transmigrasi Kabupaten Natuna kembali memberikan pelatihan dan pendidikan kepada 31 pencari kerja. Hal tersebut sebagai bagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM), memberikan peluang kerja dan berantas kemiskinan.

“Pesan pak Bupati, kunci utama dalam pelatihan kerja ini adalah menciptakan mental dan keyakinan. Lapangan kerja tidak harus dicari, namun bisa menciptakan lapangan kerja dengan potensi diri,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Natuna Wan Siswandi saat membuka pelatihan kerja di aula Disnakertran Natuna, Senin (9/10).

Siswandi mengatakan saat ini Natuna sedang menyongsong program percepatan pembangunan. Untuk mendapatkan peluang kerja, kompetensi individu dan kelompok sangat diperlukan. “Kompetensi keterampilan sumber daya manusia di bidang las, listrik dan menjahit dapat memperkaya keterampilan,” katanya.

Pemerintah pusat sambung Siswandi, terdapat skala prioritas percepatan pembangunan di Natuna. Diantaranya pertahanan, pariwisata, perikanan, migas dan lingkungan hidup. Pemerintah Daerah akan berupaya menyiapkan program skala prioritas mendukung. Terutama Disnaker, harus bersinergi dengan program priortas pemerintah, misalnya pariwisata.

“Pemerintah Daerah, mungkin saat ini tidak bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Namun memberikan peluang pekerjaan kepada masyarakat, terutama yang sudah diberikan pendidikan dan pelatihan, agar bisa berwirausaha ditengah masyarakat,” sambung Siswandi.

Kepala Dinas tenaga kerja dan transmigrasi pemkab Natuna Hussyaini mengatakan, pendidikan dan pelatihan 31 pencari kerja akan dilaksanakan selama satu bulan penuh. Dengan pembagian 15 peserta keahlian menjahir, 8 peserta keahlian mengelas dan 8 peserta keahlian listrik.

“Peserta yang dinilai lolos dalam pendidkan dan pelatihan akan mendapat sertifikat keahlian Kementerian tenaga kerja, dan yang belum lolos, tetap diberikan sertifikat pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan,” ujar Hussyaini. (arn)

Respon Anda?

komentar