Irigasi kelarik Natuna, sudah bertahun tahun dibangun namun belum bisa dinikmati masyarakat untuk pengairan pertanian. F Aulia Rahman/batampos.

batampos.co.id – Untuk memenuhi air baku Balai Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) IV akan membangun berbagai sarana dan prasarana air di Wilayah Natuna. Mulai pembangunan irigasi di Kelarik dan pembangunan bendungan lainnya di Natuna.

“BWSS diberi tugas untuk menyediakan kebutuhan air baku dan irigasi. Baik di Kelarik maupun Bendungan Tapau,” kata Kepala BWSS IV Ismail Widadi saat melakukan pertemuan dengan Pemda Natuna dikantor Bupati Natuna, Selasa (10/10).

Dijelaskan Ismail, upaya percepatan pembangunan irigasi Kelarik sudah dimaksimalkan dari tahun 2016 hingga tahun 2017 ini, tahun 2018 ditargetkan sudah rampung dan bermanfaat bagi masyarakat.

“khusus irigasi Kelarik, kami telah menjadwalkan akan diresmikan tahun 2018 mendatang. Pak Presiden Jokowi bersama beberapa menteri rencananya akan meresmikan langsung bendungan tersebut. Kami juga mendapat tugas dari Jakarta untuk membangun irigasi Tapau guna memenuhi kebutuhan irigasi sawah,” ujarnya.

Dijelaskanya, Pemerintah sudah merencanakan pengembangan irigasi Tapai dengan anggaran sekitar Rp 80 miliar, tentunya pengerjaa ditargetkan selesai satu tahun. Mengingat potensi sumber daya alam di Natuna cukup menjajikan disektor pertanian.

“Kami berharap ada sinergitas keterlibatan instansi terkait seperti PDAM untuk penyaluran air baku kepada masyarakat. Kemudian Dinas Pertanian untuk pengairan sawah. Supaya pembangunan irigasi dan bendungan di Natuna bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.(arn)

Respon Anda?

komentar