Koleksi mobil-mobil Mercedes-Benz yang tidak diproduksi masal (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)

batampos.co.id – Mengawali rangkaian kunjungan ke Jerman dan Belgia, Mendikbud Muhadjir Effendy bersama rombongan mampir ke Mercedes-Benz Museum. Ditemani pemandu museun Daniela Sigi, seluruh rombongan diajak menjelajah lorong waktu perusahaan mobil papan atas itu.

Untuk bisa menyusuri koleksi museum, pengunjung ditarik tiket 9 Euro (sekitar Rp 125 ribu). Dari lobi museum, pengunjung diantar naik ke lantai paling atas. Setelah keluar lift, langsung disambut replika patung kuda putih.

“Sejarah mobil dari kuda. Dipakai juga istilah tenaga kuda atau horse power,” jelas Daniela.

Setelah itu dia menunjukkan mesin kendaraan pertama kali yang diciptakan.

 

Mesin pertama yang diciptakan pada 1885 hanya memiliki tenaga 1,1 HP (horse power). Mesin ini berbahan bakar bensin. Salah satu kendaraan yang menerapkan mesin keluaran pertama itu bernama Dainler Reitwagen (1988). Kendaraan yang menyerupai motor ini mampu melaju dengan kecepatan 12 km/jam.

Di lantai paling pucuk itu, dipajang koleksi mobil sangat tua. Yaitu mobil yang diproduksi antara 1885 hingga 1900. Selain itu juga dipajang patung kepala tiga pelopor Mercedes-Benz. Mereka adalah Karl Benz, Gottlieb Daimler, dan Wilhelm Maybach.

Semakin menyusuri lantai di bawahnya, pengunjung diajak melihat mobil-mobil yang lebih modern. Puncaknya adalah koleksi mobil-mobil yang dibuat Mercedes-Benz tetapi tidak sampai diproduksi masal.

Di hall paling bawah itu, dipajang lima mobil super cepat yang sampai pada protipe saja.

“Tidak diproduksi massal karena biaya dan perawatannya sangat mahal,” jelasnya. Diantara kelima mobil itu adalah Mercedes-Benz F400 Carving dengan kekuatan 218 H. Di dalam video uji cobanya, mobil dua penumpang keluaran 2001 ini mampu melaju sangat cepat.

Mobil spesial yang tidak diproduksi masal berikutnya adalah Mercedes-Benz F700 dengan tenaga 238 H. Mobil ini dibuat pada 2007. Lalu juga ada mobil Mercedes-Benz F200 Imagination berkekuatan 394 HP keluaran 1996. Jangan berharap melihat mobil-mobil spesial ini melenggang di jalanan. Kalau mau melihatnya, mampir ke museum yang bersebelahan dengan Mercedes-Benz Arena markas klub Sturttgart. (wan/JPC)

Respon Anda?

komentar