batampos.co.id – Setelah tertunda selama dua tahun, akhirnya Provinsi Kepri membayar tunggakan dana sharing rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk masyarakat Kabupaten Lingga pada tahun ini. Tunggakan dana pengentasan kemiskinan tersebut berjumlah Rp 7.662.600.000.

Pembayaran dana RTLH Provinsi tersebut diketahui dari kegiatan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lingga telah berkeliling ke sejumlah Kantor Camat untuk melakukan sosialisasi pelaksanaan program tersebut.
Salah seorang tim pengentasan kemiskinan dari Dinas Sosial, Lians Dwi Santy mengatakan, Provinsi pada tahun ini mengucurkan dana sharing. Sehingga Dinas Sosial mesti melakukan pendataan serta sosialisasi kepada sejumlah warga atau kelompok yang menerima bantuan tersebut.
Lians menambahkan, lima Kecamatan yang menerima bantuan dana RTLH tersebut, Kecamatan Senayang mendapat 575 RTLH, Lingga Utara 332 RTLH, Lingga 128 RTLH, Singkep Barat 193 RTLH, Selayar 105 RTLH dan Lingga Timur 85 RTLH. Dengan total keseluruhan RTLH se Kabupaten Lingga sebanyak 1419.
“Masing-masing RTS mendapat dan sebesar Rp 5,4 juta. Dana ini sebagai dana tunggakan Provinsi tahun 2015,” ujar Lians.
Di lokasi yang sama, Camat Singkep Barat Recky Sarman Timur mengatakan, di wilayah kerjanya tiga desa yang mendapat bantuan tersebut yakni Desa Bakong, Desa Marok Tua dan Tinjul. Dengan total 94 RTS.
Recky mengatakan, pada sosialisasi kali ini, Kecamatan telah mengundang seluruh kepala desa, pendamping desa, ketua kelompok penerima dan bendahara. Sehingga Recky berharap agar program ini dapat berjalan dengan baik dan terlaksana tanpa ada kekurangan.
“Saya berharap agar program ini tidak ada lagi kendala. Harus ramping semua,” ujar Recky.
Selain itu, Recky menerangkan, sejumlah masyakarat penerima bantuan RTLH di wilayah kerjanya telah merampungkan pembangunan rumah mereka. Namun mereka masih menanggung tunggakan kepada pihak ketiga. Dengan penyaluran dana dari Provinsi ini, Recky berharap tidak adanya tunggakan dan penyelesaian rumah berjalan lancar. (wsa) 

Respon Anda?

komentar