Perbedaan pendidikan tampaknya benar-benar berpengaruh pada pernikahan Dondon, 33, dan Sephia, 32. Meski awalnya merasa nyaman karena sudah kadung cinta dengan Donwori, namun komunikasi gaul bersama teman-teman kuliahnya akhirnya bikin Sephia menyepelekan kondisi suaminya.

 

Dua tahun pertama, pernikahan mereka cukup romantis. Meski hanya lulus SMA dan punya bisnis sepatu serta butik, Donwori bisa memenuhi kebutuhan istrinya yang lulusan S1 Australia. Terlebih, Donwori juga punya sikap santun, diam, dan mengalah.

“Saya enggak pernah neka-neka. Waktu lulus SMA sebenarnya mau lanjut kuliah, tapi ibu meninggal, ayah sakit. Ya, akhirnya, saya fokus ngurus keluarga dan adik,” kata Donwori di sela-sela sidang gugatan cerainya di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya, Jumat (6/10).

Waktu itu, Sephia dan keluarganya juga tahu kondisi Donwori. Selain karena sudah satu sekolah sejak SMP, keluarga Sephia cukup dekat dengan Donwori.

“Pacaran sejak SMP. Dulu dia enggak neko-neko juga. Waktu saya tidak kuliah dan lebih memilih melanjutkan bisnis ayah, istri juga mendukung. Dia kuliah di Australia. Kalau punya uang juga sering saya kirim,” lanjutnya dengan suara melas.

Keduanya menjalin cinta hampir lebih dari 10 tahun. Tepatnya sejak usia 15 tahun dan kemudian menikah pada usia 25 tahun. Usai lulus kuliah, Sephia bekerja di perbankan. Sedangkan Donwori fokus dengan bisnisnya. Sempat ia melanjutkan kuliah, namun harus terputus karena kedua adiknya masih membutuhkan waktu dan perhatian darinya.

“Ketika mau nikah,  saya juga sudah bilang istri saya hanya akan melanjutkan bisnis keluarga. Syukurlah sekarang sudah punya enam cabang di Malang dan Bali. Kalau  di Surabaya ada 5 cabang. Istri sih menerima saja. Katanya, dia sudah kadung sayang, dan tidak bakal membedakan statusnya yang sudah S1 lulusan Australia,” beber Dondon lagi.

Namun, omongan dulu berbeda setelah menikah. Donwori yang sibuk dengan bisnisnya, sudah tidak ada waktu untuk mengikuti trend percakapan lulusan sarjana dari Aussie.

ilustrasi

“Saya berusaha sabar. Ya walau sering dibilang katrok, enggak kuliah dan sebagainya. Tujuan hidup saya menikah satu kali seumur hidup. Namun, tampaknya nasib berkata lain,” papar bapak dua anak itu.

Yang paling membuatnya sering mengalah, pria yang tinggal di kawasan Dharmahusada itu saat istrinya tiba-tiba marah usai asyik ber-WhatsApp- an dengan alumnus kuliahnya di grup WA.

“Tidak ada apa-apa, aku dipisuiin. Kadang dicakar. Ini sekarang menceraikan saya, biarlah mungkin sudah tidak jodoh,” aku Donwori.

Sementara itu, Sephia mengaku sebenarnya selama ini masih mencintai suaminya.

“Gaptek, gak gaul kayak teman-teman kuliah. Pikirannya kurang global juga. Jadi enggak nyambung gitu diajak ngomong,” kata Sephia. Merasa tidak nyaman, Sephia memutuskan bercerai dan ingin bekerja lagi seperti dahulu.

“Cari kerjalah. Emang ijazahku gak kepake selama ini,” pungkasnya. (sb/han/jek/JPR)

Respon Anda?

komentar