ilustrasi. Foto: Pixabay

batampos.co.id – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai Karimun, membebaskan terdakwa Haryono, Nakhoda Kapal pompong KM Adinda yang membawa  2,5 kg sabu dan 3.500 pil happy five asal Malaysia. Putusan bebas ini dibacakan pada sidang putusan yang berlangsung, Senin (9/10).

Dalam amar putusan yang dibacakan majelis hakim yang terdiri dari Yanuarni selaku ketua majelis serta hakim anggota Antoni dan Yudi Rozandinata, majelis hakim berpendapat bahwa terdakwa tidak terbukti telah menyelundupkan nakrkotika dari malaysia. Hal ini berdasarkan keterangan yang diperoleh selama persidangan.

Kuasa hukum terdakwa, Ridwan kepada Batam Pos membenarkan bahwa kliennya telah divonis bebas. Sebelum putusan ini, Jaksa penuntut umum menuntut Haryononya 20 tahun pidana penjara. Namun majelis hakim menilai terdakwa tidak bersalah dalam kasus ini.

”Salah satunya, bahwa berdasarkan keterangan dari terdakwa bahwa pekerjaannya hanya membawa kapal. Yakni, dari Sawang membawa muatan besi tua untuk dibawa ke Batu Pahat, Johor Bahru, Malaysia. Dan, pulangnya tidak membawa apa-apa. Sehingga, adanya barang tersebut terdakwa tidak tahu. Hanya saja, pemilik kapal diduga sebagai pemilik barang saat ini sudah ditetapkan sebagai DPO dan masih berada di Malaysia,” ujarnya.

JPU dalam sidang perkara ini, Wawan Kurniawan yang dikonfrmasi Batam Pos secara terpisah mengatakan, terkait vonis tidak terbukti bersalah dari majelis hakim, maka sesuai dengan aturannya, maka pihaknya langsung menyatakan kasasi.

”Dalam tatanan proses peradilan, ada tingkatan. Yakni, pengadilan tingkat pertama, yakni pengadilan negeri (PN). Kemudian, pengadilan tinggi (PT) dan Mahkamah Agung (MA). Untuk itu, terkait vonis bebas, pada saat itu kita langsung menyatakan kasasi ke MA,” paparnya.

Selain menyatakan kasasi, kata Wawan, pihaknya juga sudah melaksanakan putusan majelis hakim PN Tanjungbalai Karimun setelah sidang selesai. Yakni, mengeluarkan terdakwa dari dalam tahanan di Rutan Tanjungbalai Karimun. Karena, dalam putusannya selain membeaskan terdakwa dari segala tuntutan juga mengeluarkan dari dalam tahanan. Dan, saat ini pihaknya sedang menyusun dan menyiapkan berkas kasasi. (san)

Respon Anda?

komentar