batampos.co.id – Kabupaten Kepulauan Anambas sudah berdiri sendiri selama kurang lebih 9 tahun. Namun sayangnya hingga kini belum memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Saat ini yang ada yakni pedagang pengecer yang menjual dagangannya dipinggir jalan dengan menggunakan kemasan botol aqua volume 1,5 liter.

Selain tidak adanya SPBU, di Anambas juga sering dihadapkan dengan telatnya pengiriman bbm terutama pada saat musim angin Utara yakni terjadi setiap akhir tahun hingga awal tahun. Hal ini yang membuat sejumlah warga merasa kurang nyaman.

“Kami butuh kenyamanan dalam mengisi BBM di sepeda motor dan tidak jarang ukuran yang diberikan tidak sesuai dengan harga akan tetapi tidak semua penjual BBM melakukan hal itu, tapi masih ada,” ungkap Aprizal selaku warga Antang kepada wartawan, Rabu (11/10).

Dirinya berharap Solar Paket Dealer Untuk Nelayan (SPDN) yang ada di Antang desa Tarempa Timur difungsikan untuk pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar dan Premium layaknya SPBU. Sehingga pengendara motor bisa kapan saja mengisi bbm di tempat tersebut dengan lebih terjamin keaslian dan ukuran takaran liter yang tepat.

“SPDN milik pertamina itu sudah berdiri sejak pemerintahan Tengku Mukhtaruddin, dahulu difungsikan untuk mengisi BBM solar bagi nelayan sekitar, tapi saat ini tidak berfungsi lagi, alangkah baiknya bila difungsikan untuk SPBU,” ungkapnya lagi.

Dilihat dari bangunan yang ada sekarang ini SPDN tersebut masih layak pakai dan ia yakin akan sangat bermanfaat bagi semua warga Tarempa dan sekitarnya jika diubah fungsinya menjadi SPBU. (sya)

Respon Anda?

komentar