ilustrasi

Sebagai sopir truk, Donjuan, 52, mengaku sering mampir di warung-warung. Istrinya, Karin kesal karena pesaingnya mayoritas penjual rujak. Bisa jadi Donjuan kecantol karena si penjual rujak pinter ‘ngulek’.

Karin menyadari suaminya pria hidung belang. Suaminya sering gonta-ganti selingkuhan. Namun, yang membuatnya memilih bercerai karena suaminya kini suka dengan penjual rujak ulek.

“Rujakku dibandingkan, goyanganku di atas kasur juga disama-samakan. Ngenes atiku, Mbak” keluh Karin pada sela-sela sidang gugatan cerainya di kantor Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, Jum’at (22/9).

Dengan menggunakan bawahan sarung dan atasan kaos panjang, Karin menyatakan dirinya kini ingin segera mencari suami baru. Ia tidak mau hidup sengsara memikirkan suaminya yang playboy.

Menurut ibu empat anak itu, suaminya memang sudah sering tepergok selingkuh. Beberapa kali suami selingkuhan Donjuan melabrak ke rumahnya. Karin yang juga warga Perak itu awalnya kesal dan malu. Apalagi, ia dilabrak saat jualan di depan rumahnya.

Meski demikian, ia berusaha cuek bebek. Ia pun tidak mau ambil pusing soal urusan suaminya dengan para selingkuhannya. Toh selama ini perselingkuhannya dilakukan di luar kota saat suaminya nyopir.

“Kalau di rumah, hubungan saya sama suami baik-baik saja. Ya kalau macam-macam, dekne (Donjuan, Red) isa dicarok sama bapakku,” paparnya.

Karin sudah merasa sangat sakit hati. Pasalnya, dalam setahun ini, Donjuan tidak hanya menyasar penjual warung kopi. Namun, penjual rujak di pinggir jalan, juga dijadikan selingkuhan. Entah si wanita itu janda atau punya suami, dilalap habis.

“Mereka enggak pernah melabrak, sih. Tapi, kalau telepon, suka bandingkan rasa rujak sama mereka. Kadang membandingkan goyangan di atas kasur. Kurang ajar kan itu,” kata dia.

Padahal, dengan selingkuhan sebelumnya, Donjuan lebih cenderung diam dan menutupi perselingkuhannya. Meski rahasia itu endingnya diketahui Karin, baik dari tetangga, teman, saudara, percakapan telepon dan labrakan suami si selingkuhan.

“Tiga kali sama penjual rujak, aku jan lara ati,” pungkasnya.

Sementara itu, Donjuan tidak mau berkomentar apa-apa.

“Enggak niat cari tukang rujak, kebetulan saja. Namanya sopir, di mana-mana cobaan berat. Ya kalau aku enggak mau cerai, sudah tua. Malu,” kata  Donjuan. (sb/han/jek/JPR)

 

Respon Anda?

komentar