Masa melakukan aksi dengan menaiki bangkai Kapal Pagai yang masih berada di lokasi yang akan dibangun pelabuhan bongkar muat di Pantai Mentigi, Tanjunguban, Rabu (11/10). F. Hanafia untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Masyarakat Tanjunguban melakukan aksi dengan menaiki rongsokan kapal Pagai yang teronggok di Pantai Mentigi Tanjunguban, Rabu (11/10). Massa yang terdiri dari aliansi pemuda dan organisasi masyarakat (ormas) ini mendesak Pertamina segera memindahkan bangkai kapal itu karena di lokasi itu akan dibangun pelabuhan bongkar muat.

Aksi yang menurut rencana akan memotong bangkai kapal tersebut sempat diredam oleh kepolisian. Pihak kepolisian berhasil melakukan mediasi antara perwakilan massa dan pihak Pertamina.

Wakil dari aliansi pemuda dan masyarakat Darsono mengatakan, pembangunan pelabuhan bongkar muat telah lama diharapkan masyarakat karena aktivitas bongkar muat selama ini masih menumpang di pelabuhan milik Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Tanjunguban. Tapi begitu dikabarkan bahwa pembangunan terancam terhambat karena masih ada bangkai kapal Pagai milik Pertamina di lokasi pembangunan membuat
masyarakat melakukan aksi mengumpulkan tanda tangan.

“Masyarakat meminta agar Pertamina memindahkan bangkai kapal sebab sebelumnya Pertamina telah berjanji ke pemerintah akan memindahkan kapal akhir September,” katanya.

Oleh karena ingkar janji, makanya masyarakat menaiki kapal pagai dan berencana akan memotongnya. Sebab, informasi Dishub Kepri bahwa proyek tersebut telah dilelang dan Gubernur akan melakukan pemancangan pertama di lokasi tersebut pada 28 Oktober mendatang. “Rencananya akan kami potong jika Pertamina tidak memindahkan kapal,” tegasnya dalam pertemuan itu.

Sementara itu OH Marine Pertamina Tanjunguban, Azhar mengatakan, pihaknya telah menyampaikan masalah tersebut ke Pertamina Perkapalan di pusat karena kapal tersebut merupakan aset Pertamina.

“Memang rencananya September kemarin mau dipindahkan tapi pusat masih menyelesaikan surat penghapusan aset kapal tersebut hingga ke tingkat kementerian dan ini membutuhkan waktu yang lama,” jelasnya.

Akan tetapi ia berjanji akan meneruskan permintaan masyarakat Tanjunguban ini ke Pertamina Pusat. Kapolsek Bintan Utara Kompol Jaswir mengatakan, kedua belah pihak
telah dimediasi. Dari pihak masyatakat meminta agar sebelum tanggal 28 Oktober kapal dipindahkan karena saat itu akan dilakukan pemancangan pertama oleh Gubernur Kepri.

Sedangkan dari pihak Pertamina telah menyatakan akan segera memindahkan kapal tersebut. Disinggung massa yang naik ke atas kapal, ia menyebutkan, memang ada yang naik ke atas kapal, namun massa tidak melakukan pengerusakan sedikitpun. (cr21)

Respon Anda?

komentar