Sejumlah pekerja mengangkat karung berisi beras yang akan dijual di jalan Pramuka Tanjungpinang, Senin (23/1) lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disprindag) Provinsi Kepri, Burhanuddin Husein mengatakan Pemerintah Provinsi Kepri melalui Gubernur sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terbaru tentang harga beras premium dan medium di Provinsi Kepri. Disprindag juga mengingatkan pengusaha, pedagang retail untuk mengganti kemasan yang sudah ditetapkan.

“Gubernur sudah mengeluarkan SE terbaru tentang harga beras premium. Dan ini sudah disosialisi di Kabupaten/Kota di Kepri,” ujar Burhanuddin Husein menjawab pertanyaan Batam Pos, Kamis (12/10) di Tanjungpinang.

Dijelaskannya, perubahan HET beras Premium dan Medium adalah merupakan keputusan Pemerintah Pusat melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017. Bahkan ukuran harga dibagi dalam beberapa zona. Untuk Kepri harganya setara dengan Riau, dan Medan. Lebih lanjut katanya, ketentuan harga tersebut berlaku untuk segala merek beras dengan kualitas premium dan medium.

“Untuk beras premium harganya Rp13.300 per kg. Sedangkan medium adalah Rp9.950 per kg. Kualitas yang membedakannya patahan beras tersebut,” jelasnya.

Ditegaakannya, menindaklajuti hal ini, pihak juga akan mengundang pengusaha retail maupun pihak distributor untuk diberikan pemahaman tentang perubahan harga ini. Pria yang pernah mengecap pengalaman di Provinsi Riau tersebut menegaskan, pengusaha retail tidak dibenarkan untuk melakukan menggantikan ukuran kemasan yang sudah ditetapkan.

“Karena tindakan tersebut sama halnya melakukan oplosan. Masalah inilah yang terjadi di Tanjungpinang belum lama ini,” tegas Burhanuddin.

Ditambahkannya, untuk mencegah terjadi praktik culas dalam perdagangan, pihaknya juga sudah memperkuat kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam melakukan pengawasan. Karena sanksi terberat bagi pelaku usaha yang melanggar aturan untuk kepentingan usahanya, adalah pencabutan izin usaha

“Praktik pengoplosan beras yang sudah terjadi, selain merugikan negara juga merugikan masyarakat. Karena menjadi korban,” tutup Burhanuddin.(jpg)

Respon Anda?

komentar