batampos.co.id – Nilai investasi di Karimun diprediksi akan terus bertambah. Data terakhir yang tercatat di Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karimun sebesar Rp 21,5 triliun. Perkiraan nilai investasi akan meningkat seiring dengan masuknya Panbil Grup dan juga Grace Rich Marine (GRM).

“Dari tahun ke tahun memang nilai investasi di Kabupaten Karimun perlahan-lahan mengalami peningkatan. Saat ini, nilai investasi sudah mencapai Rp 21,5 triliun. Yang terbesar saat ini investasi dari perusahaan asal Itali, yakni PT Saipem Indonesia Karimun Branch dengan nilai sampai saat ini sudah mencapai 597,9 juta dolar AS atau sekitar Rp 8 triliun,” ujar Kepala DPMPTSP Kabupaten Karimun, Sularno kepada Batam Pos, Kamis (12/10).

Nilai investasi di Kabupaten Karimun, katanya, bisa bertambah dengan masuknya Panbil Grup. Setelah dimulainya pembangunan pelabuhan serta mal di Coastal Area, diperkirakan nilainya mencapai Rp 1,4 triliun. Saat ini juga ada perusahaan asal Tiongkok PT GRM, yang rencananya akan berinvestasi di bidang shipyard atau galangan kapal dengan nilai 600 juta dolar AS atau Rp 8,4 triliun.

“Untuk PT GRM saat ini sudah melengkapi perizinan dan jika perusahaan ini sudah mulai beroperasi, maka akan menjadi galangan kapal terbesar yang ada di Kabupaten Karimun. Selain itu, tadi siang (kemarin, red) juga baru ditanda tangani MoU antara pemerintah kita dengan pihak perusahaan bertepatan dengan ulang tahun kabupaten. Nilainya sebesar Rp 32 miliar,” jelas Sularno.

Menyinggung persediaan lahan untuk ivestasi galangan kapal, Sularno menyatakan, area Pulau Karimun lahan pesisir untuk investasi galangan kapal sudah tidak ada. “Semua wilayah pesisir di Pulau Karimun yang ditetapkan sebagai kawasan industri sudah habis. Tapi jika untuk investasi manufaktur, Karimun masih memiliki lahan yang cukup luas,” katanya. (san)

Respon Anda?

komentar