Ryaas Rasyid saat mengisi sekapur sirih peringati hari jadi Kabupaten Natuna ke 18 di gedung Sri Seridit Ranai, Kamis (12/10). F.Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Staf ahli Kemenko polhukam Ryaas Rasyid mengatakan, geopolitik dan geostrategis Natuna yang berada di perbatasan laut Cina Selatan dan berhadapan negara asing perlu sistem pertahanan dan keamanan yang maksimal untuk antisipasi ancaman dari luar.

Natuna katanya, untuk menjamin pertahanan tersebut, dibutuhkan 20 ribu prajurit ditempatkan di perbatasan. Bahkan Kemenko Polhukam sedang merencanakan strategis dalam pertahanan. Karena yang harus ditingkatkan secara fokus di Natuna adalah TNI Angkatan Laut.

“Dalam strategis pertahanan Natuna tepatnya dikembangkan TNI Angkatan Laut. Dan Akademi Angkatan Laut di Surabaya harus dipindahkan di Natuna. Karena mudahkan latihan manuver kapal perang dengan dukungan laut Natuna Utara yang luas,” kata Ryaas Rasyid saat mengisi sekapur sirih peringati hari jadi Kabupaten Natuna ke 18 di gedung Sri Seridit Ranai, Kamis (12/10).

Di Natuna sebutnya, jika di tempat Akademi Angkatan Laut (AAL) maka akan memberikan kepastian dalam pertahanan laut di perbatasan. Sementara Angkata Udara, lebih tepat dikembangkan di wilayah Timur, dan Angkatan Darat lebih tepat tetap di wilayah Jawa dan perbatasan daratan seperti Kalimantan.

“Strategis pertahanan di Natuna akan diatur ulang. Yang jelas memang
dibutuhkan 20 ribu prajurit,” ujarnya.

Pengembangan angkatan laut di Natuna menurutnya sangat tepat, mengingat Natuna memiliki wilayah laut yang lebih luas dibanding daratan. Serta memiliki banyak pulau-pulau kosong yang dapat dijadikan kapal induk yang tidak bergerak.

Perubahan setrategis pertahanan ini jelas Rasyid, mengingat Natuna adalah wilayah pengembangan disektor pariwisata. Dan lebih bagus dibanding Hawai. Namun perlu penyiapan sarana, rasa nyaman dan tentunya pengembangan modern, namun tidak menciptakan kriminal.

“Di Natuna kita bisa hidup lebih lama. Karena udaranya segara dan bersih. Itu karena tidak ada industri. Ini yang perlu dipertahanan, Natuna cukup dijadikan daerah pariwisata yang nyaman, wisatawan bisa bebas kemana saja tanpa rasa was-was dengan kebutuhan hidup normal. Dan ingat nanti, bangun hotel jangan tinggi-tinggi,” katanya.

Dikatakannya, Pemerintah perlu membangun tradisi dan kebudayaan masyarakat. Serta cara hidup, bangun jiwa dan raga, seperti pendidikan. Dan paling utama di Natuna adalah adanya nilai kejujuran masyarakat, yang perlu terus dibudayakan supaya tidak rusak.

“Saya kaget, masih ada pedagang petai, jualannya tidak dijaga. Hanya kotak uang, ini sudah ada budaya kejujuran yang harus dibudayakan. Karena menjadi modal dasar pengembangan pariwisata, artinya kriminal harus bersih,” sebutnya.(arn)

Respon Anda?

komentar