batampos.co.id – H.Shahul Hameed menyandang status terdakwa, setelah terbukti miliki narkotika jenis ganja tanpa izin yang dibawanya dari Malaysia. Ia diamankan petugas Bea Cukai pelabuhan ferry Batamcenter, saat melewati mesin check body, Senin (20/2) lalu.

Terdakwa dengan barang bukti ganja seberat 9,5 gram itu, mendapat tuntutan 7 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan dari jaksa penuntut umum (JPU) Rumondang yang digantikan sementara JPU Frihesti.

“Menuntut terdakwa sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” ujar JPU Frihesti dihadapan majelis hakim yang dipimpim Egi Novita.

Terhadap tuntutan tersebut, terdakwa akan mengajukan pembelaan secara tertulis yang dibacakan pekan depan. “Maka sidang selanjutnya akan digelar pekan depan, dengan agenda pledoi terdakwa. Sidang ditutup,” ucap hakim ketua Egi.

Dalam perkaranya, terdakwa sengaja membeli ganja dari Sanger (DPO) seharga RM 100. Ia pun langsung berangkat ke Batam melalui pelabuhan Stulang Laut menuju pelabuhan ferry Batamcenter. Saat penggeledahan, ditemukan barang bukti di balik pakaian dan tapak sepatu yang terdakwa kenakan. Ia mengaku ganja tersebut untuk dipakai pribadi maupun diedarkan. (nji)

Respon Anda?

komentar