batampos.co.id – Keluarga korban Yuliana Pratiwi,27, yang ditemukan tewas di dalam septic tank,┬ábelakang Komplek Ruko Sei Datuk, Kijang, mendesak polisi agar kasus tersebut bisa diungkap.

“Sudah 10 bulan kasusnya berjalan, tapi sampai sekarang tak juga bisa diungkap apa motif kematian adik kami itu (Pratiwi, red). Kan kami ingin mengetahui penyebab kematiannya,” ungkap kakak kedua, Pratiwi, Fenty Herawati, 42, Senin (16/10).

Menurut Fenty, sejak dilakukannya pembongkaran makam Adiknya, Tiwi, 14 Januari lalu sejak itulah tidak ada komunikasi keluarganya dengan pihak kepolisian membahas kasus adiknya yang ditemukan tewas 6 Januari 2017 lalu.

“Terakhir komunikasi sama polisi saat makam adik kami dibongkar. Setelah itu, tidak ada lagi sampai hari ini. Saya dan keluarga juga pengen tahu apa yang membuat adik kami itu bisa meninggal, serta siapa pelakunya,” tegas Fenty.

Untuk itu, ia berharap agar pihak kepolisian bisa segera mengungkap kematian adik tercintanya itu. “Kami sangat menginginkan sekali polisi bisa bertindak cepat untuk mengungkap kasus ini. Kalau dibunuh ya bilang di bunuh, jangan kami dibiarkan penasaran menunggu atas ketidakpastian penyebab kematian adik kami itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto, mengaku pihaknya hingga saat ini masih melakukan penyelidikan secara mendalam untuk mengungkap kasus tersebut.

“Kasus ini masih didalami oleh tim reskrim. Kita tunggu saja nanti hasilnya,” ujar Guntur.

Terkait dugaan kematian Pratiwi, pihaknya belum bisa memastikan apakah ada unsur pembunuhan atau tidak, sebab pendalaman kasus masih dilakukan hingga saat ini.

“Terakhir kita sudah menerima hasil autopsi dari Polda Kepri. Ini yang masih didalami oleh tim kita. Mudah-mudahan kasus ini bisa secepatnya diungkap,” imbuhnya. (cr20)

Respon Anda?

komentar