batampos.co.id – Sebanyak 42 tim dari dalam dan luar negeri akan memeriahkan Festival Layang-layang di Bintan yang digelar di Gurun Pasir, Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam. Event ini digelar selama dua hari, dimulai 21 hingga 22 Oktober mendatang.

Kadis Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bintan, Makhfur Zurachman mengatakan, Festival Layang-layang ini diikuti 42 tim dari 5 negara dan 8 kabupaten/kota.
Tim luar negeri dari Singapura, Malaysia, India, Swedia, dan Thailand. Sedangkan dari dalam negeri, yakni dari Surabaya, Jakarta, Solo, Yogyakarta, Kalimantan, Batam, Tanjungpinang dan Bintan.

Pelaksana kegiatan Yoppi menambahkan, tiap negara mengirimkan perwakilan miniman 1 tim yang terdiri dari 2 orang. Beberapa jenis layang-layang akan memeriahkan festival ini, yakni jenis layang-layang Wow Wow Ekor Panjang, Naga, Rokuku, Stand Kite dan lainnya.

Sementara itu Ketua Harian Pelayang Bintan Ari yang dihubungi Batam Pos mengajak pemuda dan masyarakat Bintan melestarikan budaya di Bintan salah satunya layang
layang Bintan, jenis tren naga. Ia juga mengajak masyarakat mendukung program Pemkab Bintan menuju Bintan gemilang.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan dirinya sangat mengapresiasi diselenggarakannya Festival Layang-layang ini. Menurutnya, kegiatan ini selain meningkatkan angka kunjungan wisatawan, diyakini sebagai pemicu kreativitas, inovasi pemuda dan masyarakat sekaligus ajang promosi potensi pariwisata di desa.

Laporan terakhir, disebutkannya kenaikan persentase rata-rata perbulannya atas kunjungan wisman ke Kabupaten Bintan pada tahun 2017 ini mencapai 15,53 persen. Diharapkan event Festival Layang-layang ini, selain meningkatkan angka kunjungan wisatawan, juga ikut membantu sektor ekonomi masyarakat desa dengan mengikutsertakan peranan pemuda dan masyarakat sekitar. “Juga sekaligus mengenalkan, bahwa Kabupaten Bintan memiliki banyak potensi pariwisata di desa-desa dan salah satunya Gurun Pasir di Desa Busung Kecamatan Seri Kuala Lobam,” tukasnya. (cr21)

Respon Anda?

komentar