Wabup melakukan penandatanganan dukung terhadap hadirnya aplikasi Cekdare, Selasa (17/10). F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Aplikasi Cekdare harus bisa dimanfaatkan masyarakat luas untuk mendapatkan informasi dan pencegahan kekerasan terhadap anak maupun perempuan. Melalui aplikasi itu, warga juga bisa menyampaikan pengaduan terhadap kekerasan anak dan perempuan di lingkungan tempat tinggal.

“Saya harapkan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun pelaku usaha wanita, agar bisa memberikan informasi pemanfaatan aplikasi Cekdare,” kata Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, Selasa (17/10).

Aplikasi Cekdare bisa diinstal di telepon pintar dan langsung bisa dipergunakan. Ada informatasi seputar pencegahan kekerasan anak maupun perempuan, dan berbagai tips-tips dalam aplikasi tersebut. Pemkab Karimun, menurut Hasyim sangat mendukung hadirnya aplikasi Cekdare yang digagas oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berecana Pemprov Kepri Misni.

“Kalau dari pemaparan Dinas PP, PA, PP dan KB Provinsi Kepri, kasus kekerasan anak dan perempuan cukup tinggi. Mari kita bersama-sama menekan angka kekerasan tersebut melalui aplikasi Cekdare,” pesannya.

Sementara itu Rozaleni, Sekretaris Dinas PP, PA, PP dan KB Provinsi Kepri memaparkan bahwa kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kepri mencapai 267 kasus. Dimana 101 kasus dari jenis kelamin laki-laki, yang rata-rata korbannya anak-anak, dan 198 perempuan. Sedangkan untuk Kabupaten Karimun, di bulan ini saja sudah mencapai 50 kasus perempuan dan anak-anak.

“Kami luncurkan aplikasi Cekdare ini bertujuan untuk bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat terkait kasus kekerasan anak dan perempuan. Selain itu juga bisa langsung chat konseling oleh orang tua ketika menemukan kasus kekerasan anak dan perempuan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, PP dan PA Karimun Faisal mengucapkan terima kasih atas aplikasi cekdare dari Pemerintah Provinsi Kepri. Aplikasi tersebut menurutnya sangat mendukung program Three Ends yaitu mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia dan akhiri kesenjangan ekonomi terhadap perempuan.

“Kami akan semaksimal mungkin menyosialisasikan aplikasi Cekdare di wilayah Kabupaten Karimun,” katanya.

Di tempat yang sama Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan kabupaten Karimun Djunadi yang juga Ketua Pokja Pengarusutamaan Gender (PUG) Karimun berharap agar setiap OPD terkait bisa membuat kerangka perencanaan anggaran. Sehingga bisa terakomodir dalam APBD 2018 mendatang.

“Silahkan membuat anggaran di setiap OPD terkait, agar bisa disinkronkan dengan yang lainnya. Terutama dalam penanganan kasus kekerasan anak dan perempuan, maupun PUG itu sendiri,” tegasnya. (tri)

Respon Anda?

komentar