batampos.co.id – Setelah mundurnya Agus Wibowo (AW) dari bursa calon Wakil Gubernur Kepri. Partai Pengusung Sani-Nurdin (Sanur) tinggal menyisakan tiga nama. Mereka adalah, Rini Fitrianti, Mustofa Widjaya, dan Fauzi Bahar. Panitia Pemilihan (Panlih) mengharapkan Partai Pengusung segera melakukan musyawarah untuk menentukan kandidat terpilih yang akan diusulkan sebagai cawagub pengganti AW.

“Dengan mundurnya AW, otomatis hanya tersisa tiga nama. Karena memang sejak awal mereka sudah mendapatkan rekomendasi sejumlah partai. Artinya tinggal menyamakan
persepsi siapa calon yang akan dipersiapkan,” ujar Ketua Panlih Wagub Kepri, Hotman Hutapea, Selasa (17/10).

Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, Panlih sudah membuat keputusan, yakni hanya Cawagub atas nama Isdianto sejauh ini yang sudah melengkapi berkas pencalonannya.
Sedangkan satu lainnya sudah mengangkat bendera putih, tanda mundur sebagai cawagub. Apa yang menjadi keputusan sudah disampaikan ke Panitia Khusus (Pansus) Wagub Kepri.

“Selanjutnya Pansus yang akan menyampaikan ke pimpinan DPRD Kepri, mengenai hasil verifikasi yang sudah kami lakukan,” papar Hotman.

Saat ini, pihaknya menunggu pimpinan DPRD Kepri untuk menyurati partai politik pengusung Sanur melalui Gubernur. Adapun substansinya adalah meminta calon pengganti AW. Pada tahapan itu nanti, Partai Pengusung hanya diberikan waktu dua kali satu minggu untuk menentukan satu nama yang dipersiapkan untuk mengisi posisi AW.

“Kita hanya butuh satu nama saja. Lengkap berkasnya, tentu akan kita proses pada tahapan selanjutnya,” tegas Hotman.

Asmin Patros, Anggota Panlih Wagub menambahkan, pihaknya berharap Gubernur bisa menjadi perantara yang baik dalam melakukan komunikasi politik dengan Parpol. Apalagi kapasitasnya juga merupakan Ketua Parpol. Lagipula, Wagub adalah patnernya nanti.

“Jika persoalan ini segera tuntas, Gubernur harus punya inisiatif. Karena dia adalah user, sehingga menentukan sikap dalam mencari pendamping,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.

Sementara itu, Anggota Panlih lainnya, Abdurrahman menambahkan, apabila dalam batas waktu yang ditentukan, juga tidak didapat pengganti. Panlih akan berkonsultasi kembali dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Karena Kemendagri tetap menginginkan dua nama, sesuai dengan aturan yang ada.

“Khusus untuk menuntaskan masalah Wagub Kepri ini, kita sudah menguras banyak energi. Tentu kita berharap kerja sama Parpol pengusung, meskipun pada prinsipnya
punya kepentingan politik tersendiri,” ujar Abdurrahman.(jpg)

Respon Anda?

komentar