Warga membeli kebutuhan pokok di Pasar Ikan Tanjungpinang, belum lama ini. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Bulan Oktober menjadi bulan penuh tantangan dalam memenuhi kebutuhan makanan di Tanjungpinang. Bukan hanya karena musim angin yang beralih menjadi angin utara hingga membuat pasokan stok makanan tak terpenuhi. Kondisi ini diperparah dengan berlangsungnya agenda pariwisata di Tanjungpinang, selama bulan Oktober tersebut.

Sulit memenuhi kebutuhan stok, sementara jumlah konsumen meningkat, seiring bertambahnya pendatang yang merupakan wisatawan di Kota Gurindam ini.
Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Tanjungpinang, Riono mengaku telah menyadari akan adanya kondisi musiman ini. Setiap setahun sekali, lanjut dia, Pemko dihadapkan dengan persoalan yang sama. Tantangan ini menjadi kian berat. “Karena persoalannya, daya dukung kita juga belum lengkap,” tutur Riono, kemarin.

Daya dukung yang dimaksudkan, yakni kebutuhan akan perangkat penyimpan bahan makanan agar dapat segar lebih lama. “Untuk ikan dan sayuran terutama. Pasti membutuhkan cold storage dan chiller,” sambung dia.

Sementara kondisi musiman telah berlangsung saat ini. Sehingga, pada pertemuan rapat TPID di awal Oktober lalu, Riono mengaku telah berkoordinasi kepada seluruh pemasok kebutuhan pangan di Tanjungpinang. Agar persediaan stok yang mencukupi, tetap harus terpenuhi.

“Namun, untuk menyimpan stok pun para pedagang khawatir, adanya tuduhan penimbunan,” beber Riono.

Oleh karena itu, sambung dia, Pemko dalam kondisi ini akan membantu dengan mengeluarkan pemberitahuan tertulis. Kepada seluruh pedagang yang telah berkoordinasi.
Sehingga tuduhan penimbunan pun tak diarahkan kepada pedagang yang melakukan penyimpanan stok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota Tanjungpinang.

“Dengan terpenuhinya stok inilah, dipastikan mampu menekan harga di pasaran karena komoditi tidak dalam kondisi langka selama musim utara berlangsung,” pungkas dia. (aya)

Respon Anda?

komentar