batampos.co.id – Kepala Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur Zurman, mengeluh karena akhir-akhir ini warganya banyak yang terjangkit penyakit malaria dan DBD. Hingga saat ini sudah ada 8 orang warganya yang terjangkit penyakit mematikan tersebut tapi sampai saat ini belum ada dokter yang stand by di Puskesmas desa tersebut sehingga jika ada pasien DBD maupun malaria harus dibawa ke RS Lapangan Kecamatan Palmatak.

“Sebelumnya ada 5 warga kami yang terkena malaria, Baru- baru ini ada 3 lagi, jadi sudah ada 8 warga Desa Nyamuk dirujuk ke Rumah Sakit Lapangan Palmatak, karena Puskesmas di sini belum ada dokter. Kami sangat kewalahan dengan kejadian ini,” ujar keluh Zurman, kepada Wakil Bupati Kepulauan Anambas Wan Zuhendra, disela-sela acara pencanangan Kampung KB di Desa Luap, Kamis (19/10).

Zurman, berharap, Pemerintah hadir untuk mencari solusi terkait penyakit malaria dan DBD tersebut. Dan dia meminta agar Pemda menyediakan dokter di Puskesmas Kecamatan Siantan Timur. Pasalnya, Puskesmas Siantan Timur sudah setahun lebih tidak ada dokter. “Ini harus menjadi pelajaran, dan kami meminta harus ada dokter yang menangani penyakit itu di desa ini, sehingga tidak perlu dirujuk. Tolong bantu kami,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra, mengatakan pihaknya akan segera mencari dokter untuk ditempatkan di Puskesmas Siantan Timur. Dia juga khawatir DBD tersebut semakin merajalela dan mengehbohkan Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Untuk dokter akan segera diisi. Saya juga minta Dinkes untuk segera mengambil langkah tegas, sebelum penyakit itu melebar luas. Karena ini bisa mengehbohkan daerah maupun provinsi,” tegasnya.

Selain menempatkan dokter, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas memberikan secara simbolis ratusan kelambu untuk dibagikan kepada masyarakat Kecamatan Siantan Timur. (sya)

Respon Anda?

komentar