batampos.co.id – Tiga pekerja asing tewas dan 11 lainnya hilang akibat tanah longsor di sebuah lokasi konstruksi di George Town, ibu kota negara bagian Pulau Penang, Malaysia, Sabtu (21/10). Korban tewas adalah dua orang Indonesia dan satu orang Myanmar. Tubuh mereka ditarik dari puing-puing.

Pejabat setempat mengatakan jasad kedua WNI dan satu warga Myanmar tersebut telah ditemukan di lokasi tanah longsor. Saat ini upaya pencarian untuk menemukan 11 pekerja lainnya yang tertimbun longsoran, masih terus berlangsung.

“Sekarang masalah yang kami hadapi adalah kami perlu menggali timbunan tanah setinggi 35 meter. Kami telah mengerahkan sebuah unit K9 dengan tiga anjing untuk mencari para korban,” kata Direktur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Penang, Saadon Mokhtar seperti dilansir kantor berita Reuters.

Dikatakannya, sebagian besar mereka yang tertimbun longsoran diyakini sebagai pekerja migran dari Indonesia dan Bangladesh. Seorang warga Malaysia yang menjadi pengawas lokasi konstruksi juga diyakini tertimbun.

Tanah longsor di Tanjung Bungah, sebelah utara Penang ini terjadi di sebuah lokasi konstruksi, di mana dua menara kondominium berlantai 49 tengah dibangun. Para petugas penyelamat langsung dikerahkan ke wilayah Tanjung Bungah setelah insiden tersebut dilaporkan pada 08.57 pagi waktu setempat.

Insiden tanah longsor ini dilaporkan terjadi ketika para pekerja tengah melakukan pekerjaan konstruksi di basement. Saat kejadian, 14 pekerja tengah berada di lokasi konstruksi tersebut.

Wali Kota Dewan Kota Pulau Penang, Datuk Maimunah Mohd Sharif mengatakan, penyebab tanah longsor ini belum diketahui.

“Kami belum tahu apa yang menyebabkan tanah longsor. Namun itu bukan karena cuaca hujan. Sudah berhari-hari tidak ada hujan di pulau ini,” katanya kepada para wartawan. (ita/ita)

Respon Anda?

komentar