Final Turnamen basket BP Batam mempertemukan Polda Kepri (hitam) melawan Sat Nusapersada di Hi Test Arena Batam, Jumat (20/10). Laga final ini harus melalui babak overtime dan Polda Kepri juara usai mengalahkan Sat Nusapersada dengan skor 55-49. F. Octo Zainul Ahmad/Batam Pos

batampos.co.id – Dua tim yakni Polda Kepri dan Sat Nusapersada benar-benar layak masuk ke babak final Turnamen basket antar instansi dan perusahaan yang diselenggarakan BP Batam.

Laga puncak yang dihelat di Hi Test Arena Batam, Jumat (20/10) kemarin mampu membuat insan pecinta bola basket di Batam terbius akan keseruan yang ditampilkan kedua tim tersebut.

Tempo tinggi dan permainan cepat diperagakan kedua kesebelasan sejak awal-awal kuarter pertama. Permainan Polda Kepri yang dimotori Dinda sukses mengungguli pemain-pemain Sat Nusapersada lewat serangan balik cepat atau fast break. Dinda dan kawan-kawan mampu unggul 15-8 atas Sat Nusapersada pada akhir kuarter pertama.

Perubahan strategi dilakukan tim Sat Nusapersada memasuki kuarter kedua ini. Pertahanan Zone Defense diperagakan anak-anak Sat Nusapersada hingga membuat anak-anak Polda Kepri mengalami kebuntuan.

Kuarter kedua yang tinggal menyisakan dua menit, Sat Nusapersada yang dikomandoi Herman berbalik unggul 19-17 atas Polda Kepri hingga menutup kuarter ini dengan keunggulan 24-19.

Anak-anak Sat Nusapersada mulai menunjukkan kualitas permainannya yang sesungguhnya di kuarter ketiga ini. Herman yang berposisi sebagai point guard berfungsi sebagai pengatur serangan timnya sukses mendistribusikan aliran bola kepada rekan-rekannya. Tak sedikit juga, pemain asal klub Ananda ini berhasil menyumbangkan poin bagi Sat Nusapersada.

Sebaliknya pemain-pemain Polda Kepri masih mengalami kebuntuan ditambah penyelesaian akhir yang buruk sehingga menyebabkan mereka gagal mendekati perolehan poin Sat Nusapersada. Di akhir kuarter ketiga ini, Sat Nusapersada memperlebar keadaan menjadi 36-25 atas Polda Kepri.

Dinda dan kawan-kawan mencoba untuk mengejar ketertinggalan perolehan poin mereka atas Herman dan kawan-kawan. Tempo permainan berjalan semakin cepat dan seru di kuarter keempat ini. Pelatih Polda Kepri, Ronald menginstruksikan para pemainnya untuk menjaga Herman. Terbukti, aliran bola Sat Nusapersada tersendat dan itu berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak Polda Kepri untuk menipiskan perbedaan poin.

Sisa waktu 20 detik, Polda Kepri mampu mengejar poin menjadi 36-38. Kemudian, Hangki mampu menyamakan kedudukan 38-38 di 10 detik terakhir.

Laga sengit ini pun akhirnya harus diselesaikan melalui babak tambahan atau overtime 5 menit setelah di akhir kuarter terakhir ini skor sama 38-38.

Berhasil mengejar dan menyamakan poin membuat Dinda dan kawan-kawan semakin semangat. Berulang kali, pemain yang berposisi sebagai shooting guard ini menjadi aktor pendulang poin timnya hingga Polda Kepri mampu membalikkan kedudukan kembali dan menang 55-49 atas Sat Nusapersada.

Dalam laga final ini, Herman menjadi pencetak poin terbanyak dengan 21 poin. Dinda yang menjadi aktor kemenangan Polda Kepri hanya terpaut satu poin, yakni 20 poin.

Meski begitu, pemain Polda Kepri Hangki-lah yang keluar sebagai pemain terbaik atau MVP dalam laga kali ini.

Pelatih Polda Kepri, Ronald mengaku bangga dengan raihan gelar juara ini.

“Strategi kami dengan menjaga Herman sukses diterapkan dengan baik oleh para pemain. Hal itu membuat distribusi bola mereka terhambat dan itu merupakan kunci kemenangan tim ini,” ujarnya kepada Batam Pos seusai laga.

Sementara itu manajer Sat Nusapersada, Meliana memuji stamina tinggi dan semangat pantang menyerah yang diperlihatkan pemain-pemain Polda Kepri.

“Stamina mereka luar biasa dan di akhir-akhir pertandingan, banyak pemain kita yang mengalami cedera. Jadi selamat kepada Polda Kepri,” tutur Meliana.

Di perebutan tempat ketiga, tuan rumah BP Batam sukses merebut juara ketiga usai membungkam ATB dengan skor 59-34. (cr16)

 

 

Respon Anda?

komentar