ilustrasi

Donjuan, 36 kepergok mencuri. Ya, ia mencuri BH mertuanya sendiri.

Yang mergoki istrinya sendiri.

Tak perlu tunggu lama, Karin, 34, mencak mencak dan seketika itu langsung menggajak suaminya ke Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya.

Tanpa bekal apapun, Karin nekat mengajukan gugatan cerai di Pengadilan (PA), Klas 1A Surabaya, Kamis (19/10). Karin terlihat sangat marah, dan membawa bukti BH besar milik ibunya.

Isin-isini koen iku yo. Tak hajar koen sampek elek,” kata Karin sembari menarik tubuh suaminya.

Seperti tak berdaya, Donjuan hanya menundukkan kepala. Donjuan meminta maaf berkali-kali, namun tidak diindahkan oleh Karin. Bahkan, Donjuan tampak terancam dengan kehadiran kakak serta orang tua Karin.

Seperti diadili oleh hakim, keluarga Karin meminta Donjuan mengungkap alasan mencuri BH mertua perempuannya. Si mertua yang gede besar dan gendut juga memelototinya.

Tampaknya, ia baru sadar selama ini beberapa BH-nya kerap hilang karena dicuri oleh menantunya sendiri.

”Kurang ajar. Ayo ngomong! Mau melet aku ya. Tak pelet dewe koen,” kata ibunda Karin sebut Mira, 58.

Dalam kondisi tak berdaya, Donjuan diselamatkan oleh para pengunjung PA. Mereka meminta persoalan dibicarakan baik-baik dan di rumah saja. Terlebih saat ini Karin tidak membawa berkas apapun ke kantor PA.

”Balik dulu, diselesaikan di rumah saja,” kata salah satu petugas PA.

Sementara itu, Karin menambahkan akan mencari tahu sampai seakar-akarnya alasan Donjuan mencuri BH ibunya. Karena selama enam bulan terakhir, warga yang tinggal di Patemon itu merasakan kejanggalan pada diri Donjuan.

Ia merasa suaminya sering keluar rumah tanpa sepengetahuannya. Padahal, banyak orang datang untuk beli buku atau fotokopi di rumahnya karena memang Donjuan dan Karin membuka toko buku dan fotokopi di rumahnya.

”Rumahku dekat sekolah, ramailah. Awas suami aneh-aneh, tak hajar habis-habisan dia,” pungkasnya.

Kira-kira kenapa ia nekad nyolong BH mertuanya ya….. (sb/han/jek/JPR)

Respon Anda?

komentar