Seorang warga mengangkut raskin yang baru diambil di kantor desa, Senin (30/10). F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Warga Kampung Tanjungtalok, Desa Teluk Sasah Kecamatan Seri Kuala Lobam menyesalkan pengurangan kupon jatah beras miskin (raskin) saat pembagian, Senin (30/10). Dari 80 kupon raskin untuk 80 kepala keluarga (KK) menjadi 30 kupon.

Iklan

Warga penerima raskin, Suginah, terlihat kesal, karena selama ini dirinya merupakan salah seorang penerima raskin. Wanita berstatus janda ini kaget begitu tahu kupon raskin dikurangi dari pemerintah. “Tadinya kami kompak, mau kami balikkan saja kupon itu. Tapi pak RT berpikir kasihan, banyak masyarakat yang masih membutuhkan raskin,” katanya.

Ketua RT 001 RW 002 Kampung Tanjungtalok, Bahir yang ditemui di rumahnya, kemarin siang membenarkan, awalnya belasan ibu-ibu mendatangi rumahnya karena sebagian besar mereka tidak menerima kupon jatah raskin. Ibu-ibu tersebut bahkan berniat mendatangi kantor desa, untuk mempertanyakan soal berkurangnya jatah raskin.

“Tadi sudah saya jelaskan ke mereka kalau kupon raskin yang diterima memang berkurang. Jadi, tidak semua menerima kupon. Akhrinya saya mengambil kebijakan, yang menerima 30 kupon adalah para janda, orangtua dan masyarakat yang banyak anaknya, dan ekonominya susah,” katanya.

Setelah dijelaskan demikian, ibu-ibu mendatangi rumahnya dan berniat mau melakukan aksi di kantor desa, mengurunkan niat. Mengenai hal ini, dirinya telah menanyakan ke kantor desa. Dari pihak desa menjelaskan, bahwa kupon jatah raskin sebenarnya bertambah. Maksudnya, jika biasanya terdapat 80 kepala keluarga yang menerima
jatah raskin dari total 120 kepala keluarga. ” Bulan kemarin yang menerima 80 kk. Yang diberikan kupon ini kata pihak desa adalah tambahan yang 30 kk, yang sebelumnya tidak dapat kupon,” jelasnya.

Ditanya harganya, ia mengatakan, satu kupon raskin seharga Rp 26 ribu dan mendapatkan beras seberat 15 kilogram. “Mungkin ke depan, maksud dari desa semua kk di sini mendapatkan raskin. Tapi, harapan saya jangan dikurangi, karena banyak masyarakat yang memerlukan beras ini, mesti terkadang per tiga bulan dibagikan, kadang dua bulan kadang sebulan lebih sudah dibagikan,” katanya.

Sementara itu, Pj Kades Teluk Sasah, Nurhalimah belum berhasil dihubungi terkait berkurangnya kupon jatah raskin di kampung Tanjungtalok. (cr21)