Grafis : HANY AKASAH/RADAR SURABAYA

Karin, 32, menggugat cerai Donjuan, 34, di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya.. Karin mengaku sudah tidak tahan melihat ulah suaminya yang makin lama makin nakal saja. Suaminya yang baru diterima sebagai dosen sudah main mata dengan mahasiswi baru.

“Maba-maba (mahasiswa baru) sekarang pada bisa ditiduri kali ya. Aku sampai kesal sebenarnya sama mereka-mereka, kok hampir tiap hari aku heran kelakuannya, pusing,” kata Karin di sela sela sidang gugatan cerainya di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya, Selasa (31/10).

Bersama pengacaranya, Karin mengaku sudah kesal dan rela menjadi janda karena ia tidak mau lagi dibandingkan dengan keseksian mahasiswa baru (maba).

“Waktu nikah enggak gitu lho dulu. Enggak tahu sekarang kok jadinya seperti ini, aku jengkel. Aku wis lahiran dua kali, lha maba sik perawan. Ya bedalah, kalau tak gugat cerai gini, suami marah-marah dan nantang untuk nyeraikan aku. Kan itu menjengkelkan,” kata Karin.

Meski gugatan tidak disetujui oleh orang tuanya, Karin sudah mantap dan rela mencari pengganti suaminya. Apalagi, ia mengaku sudah banyak teman kuliahnya yang pedekate dengannya.

“Saya itu enggak terima kalau mahasiswa yang didekati. Jan mangkelno rasane,” kata dia.

Donjuan mengaku tidak melakukan apa yang ditudingkan istri kepadanya.

“Mereka bimbingan kok, enggak pernah aneh-aneh aku. Ya istri saja yang cemburuan minta ampun,” kata dia.

Disinggung soal kedekatannya dengan maba ia menyadari selama ini banyak maba yang pedekate dengannya karena tampan dan baik.

Ia juga sering menjadi teman curhat mahasiswanya lantaran bisa dikata adalah dosen muda dan gaul.

“Saya itu responsif, orang bilang dosen kekinian dan millennial,” kata dia. (sb/han/jek/JPR)

Respon Anda?

komentar