Ilustrasi Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memastikan pasokan gas ke Batam akan mengalami gangguan, setidaknya selama dua hari pada 4-5 November mendatang. Kondisi ini disebabkan proyek pengerjaan penguatan jaringan pipa gas di Grissik, Sumatera Selatan.

Sales Area Head PGN Batam, Amin Hidayat, menjelaskan pengerjaan proyek pipa tersebut menyebabkan pasokan gas ke Batam berkurang antara 40 hingga 50 persen dari biasanya. Dalam kondisi normal, pasokan gas PGN ke Batam saat ini rata-rata 50 sampai 70 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD).

“Selain Batam, pasokan ke Singapura juga akan terkena dampaknya,” kata Amin di Batamcenter, Selasa (31/10).

Amin mengatakan, pengurangan pasokan gas bahkan berpotensi terjadi sejak dua hari sebelum proyek pengerjaan pipa dimulai. Namun pengurangan pasokannya dalam skala kecil.

Meski begitu, kata Amin, pihaknya berupaya meminimalisir gangguan pasokan tersebut.

“Mudah-mudahan pengerjaannya lancar dan berjalan sesuai rencana. Sehingga pasokan gas cepat normal kembali,” kata Amin.

Menurut dia, kondisi penurunan pasokan gas akibat proyek penguatan jaringan pipa ini bisa dikategorikan force majeure. Karena itu, ia meminta para pelanggan PGN, khususnya di Batam, melakukan antisipasi sedini mungkin untuk menghindari dampak dari pengurangan pasokan gas tersebut.

Kepala Divisi Komunikasi Korporat PGN, Desy Anggia, menambahkan pengerjaan jaringan pipa ini merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan keandalan dan meningkatkan performa penyaluran gas bumi. Pengerjaan pipa ini akan dilakukan di Grissik, Sumatera Selatan, bersama anak perusahaannya, PT Transportasi Gas Indonesia (TGI).

“Pipa yang dikerjakan ini merupakan pipa gas jalur Grissik-Singapura melalui Batam,” kata Desy dalam rilisnya kepada Batam Pos, Selasa (31/10).

Di antara pelanggan gas PGN yang akan merasakan dampak pengurangan pasokan gas ini adalah PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam. Bahkan PLN sudah memastikan akan melakukan pemadaman bergilir selama pengurangan pasokan gas berlangsung.

Manager Humas PT PLN Batam, Bukti Panggabean, mengatakan pengurangan pasokan gas ini menyebabkan produksi daya PLN Batam berkurang hingga 100 Mega Watt (MW).

“Saat ini beban puncak kami 383 Mega Watt. Dengan pengurangan gas ini, maka kapasitas produksi daya kami menurun menjadi sekitar 273 Mega Watt,” kata Bukti, Selasa (31/10).

Akibatnya, kata Bukti, PLN Batam akan melakukan pemadaman bergilir, setidaknya selama dua hari pada Sabtu-Minggu (4-5/10) mendatang. Namun jadwal pemadaman bisa lebih lama, tergantung kondisi pasokan gas dari PGN.

“Kami terpaksa melakukan pemadaman. Ini tak bisa dihindari,” kata dia.

Bukti menjelaskan, pemadaman akan dilakukan secara merata di seluruh wilayah di Batam. Namun jadwalnya akan digilir, sehingga durasi pemadaman tidak terlalu lama. Yakni sekitar tiga jam per hari. (par)

 

Respon Anda?

komentar