Iklan

batampos.co.id – Sejumlah pengusaha di Batam berharap BP Batam, Pemko Batam dan pemerintah pusat harus benar-benar bisa memberikan kemudahan berbisnis di Batam. Memperpendek alur birokrasi dan perbaikan infrastruktur pendukung investasi harus terus dilakukan.

Iklan

“Kami mengapresiasi mal pelayanan publik yang akan dibuat di Batam. Ini merupakan terobosan bagus dari pemerintah daerah dan pusat,” kata Managing Director Panbil group, Johanes Kennedy di Batam,Kamis (2/11).

Menurutnya, kedepannya harus ada terobosan dari BP Batam dan Pemko Batam untuk memperpendek alur perizinan. Termasuk memaksimalkan pengurusan perizinan online. Termasuk 100 persen meniadakan pertemuan pengurus izin dengan petugas pemerintah.

“Jadi online ini harus benar-benar maksimal. Jangan pengurusan izin online hanya untuk permohonan. Kalau bisa tandatangan juga harus online. Dan kalau saya tidak salah, ini juga sudah mulai dibahas di pusat,” kata pria yang akrab disapa Pak John ini.

Demikian halnya dengan sinkronisasi perizinan di BP Batam dan Pemko harus terus dilakukan. Ia mengaku kepala BP Batam yang baru, Lukita Dinarsyah Tuwo memiliki kemampuan dalam hal tersebut.

Pak John, menambahkan, “kita harus akui pak Lukita Komunikasinya sangat bagus. Termasuk dengan Pak Walikota juga. Jadi menurut saya, kalau sudah harmonis akan mudah untuk mempermudah izin dan bisnis di Batam.”.

Sejumlah pekerja sedang melakukan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batuampar. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Sementara itu, wakil ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hoeng juga megakui bahwa alur birokrasi harus diperpendek. Ia mengaku mal pelayanan publik di Gedung Sumatera Promotion Center yang rencananya akan diresmikan November ini sangat bagus.

“Perizinan dan birokrasi adalah hal yang utama dalam berbisnis. Kita apresiasi mal pelayanan publik di Batam,” katanya.

Selain itu, menurutnya infrastruktur pelabuhan dan jalan juga sangat penting untuk mendukung investasi. Pelabuhan sebagai tempat keluar masuk barang sangat vital. Menurutnya, pelabuhan Batuampar masih harus terus ditata.

Menurutnya untuk bersaing dengan negara-negara tetangga, Batam harus ditopang dengan pelabuhan yang modern.

“Kami mendesak agar di Batam ini diberlakukan Smart Port. Di mana segala sesuatu terkait keluar masuk barang di pelabuhan dilakukan dengan sistem elektronik,” katanya.

Ia mengaku konsep Smart sport ini sudah disampikan kepada pimpinan BP Batam yang baru.

“Saya belum sampaikan kepada ketua. Tetapi kepada asisten 2 (deputi) sudah saya sampaikan. Beliau mau ngajak diskusi lebih lanjut,” katanya.

Pelabuhan dengan konsep smart port ini nantinya akan menggunakan gerbang otomatis dan pembayaran elektronik. Dengan sistem gerbang otomatis, electronic -Delivery Order, e-billing dan e-payment dipastikan akan meningkatkan pelayanan di pelabuhan yg merupakan kunci dari bisnis yang berkelanjutan.

“Jadi semua proses pengeluaran barang, perpindahan dan verifikasi data akan dilakukan melalui jaringan yang menghubungkan berbagai sistem termasuk di Bea Cukai dan Indonesia National Single window.”

Dengan electronic delivery order (e-DO) mampu mengidentifikasi ketika importir sudah menyelesaikan proses admin pelayaran.

“Jika digabungkan dengan sistem gerbang otomatis maka proses pengeluaran barang dari pelabuhan akan lebih sangat mudah,” imbuhnya.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa selama ini pelayanan pelabuhan di Batam sudah bagus tetapi harus terus ditingkatkan lagi.

“Kalau kita mau menyaingi negara tetangga yang bagus harus dibuat lebih bagus lagi. Selama ini kita masih menggunakan sistem konvensional di pelabuhan. Kita tertinggal dari beberapa pelabuhan di Indonesia yang sudah menerapkan smart port ini seperti di pelabuhan Cikarang drypot dan Tanjung Priok,” tutupnya. (ian)