Sejumlah penari membawakan tari zapin pada Festival Pulau Penyengat, Sabtu (22/7) lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Tanjungpinang perlu kiat kreatif dan inovatif agar lebih banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanjungpinang, Reni Yusneli tak menyangkal itu. Salah satu kerja kreatif yang sedang diupayakan adalah mengajukan tiga agenda pariwisata ke dalam kalender pariwisata nasional.

Ketiga agenda itu adalah Festival Pulau Penyengat, Gawai Seni, dan Lomba Balap Perahu Naga. “Kami sudah mengajukannya langsung ke Kementerian Pariwisata. Mereka menyambut baik pengusulan kami,” kata Reni, kemarin.

Tidak dipungkiri Reni, bahwasanya tiga agenda pariwisata ini sudah lama menjadi ikon kegiatan kepariwisataan Tanjungpinang dari waktu ke waktu. Hanya saja, lantaran belum terdaftar dalam kalender pariwisata nasional, membuatnya belum tersiar secara luas.

“Jika sudah masuk agenda wisata, para wisatawan dapat merencanakan jauh-jauh hari. Karena pasti mereka telah memiliki aktivitas sehari- hari dan perlu mengatur jadwal libur mereka. Jika waktu sudah tetap, para wisatawan pula bisa mempersiapkan anggaran, dan lainya,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah memang sudah lama menginginkan agar agenda pariwisata unggulan Tanjungpinang didaftarkan ke kalender pariwisata nasional. Dengan begitu, promosi yang dilakukan pihak kementerian, kata Lis, secara tidak langsung juga ikut mempromosikan agenda pariwisata Tanjungpinang.

“Kalau sudah masuk kalender pariwisata kan jadwalnya sudah pasti. Jadi panitia bisa menyiapkan jauh-jauh hari dan wisatawan juga bisa mengatur rencana liburannya ke Tanjungpinang,” pungkas Lis. (aya)


loading...