Anggota Ditkrimsus Polda Kepri mengawal empat tersangkakorupsi Universitas Raja Ali Haji (Umrah) saat ekpos di Mapolda Kepri, Selasa (31/10) lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Polda Kepri masih fokus melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap empat orang tersangka kasus korupsi pengadaan sistem akademik di Universitas Maritim Raja Ali Haji. “Kami fokus lengkapi pemberkasan empat orang tersangka itu saja,” kata Direktur Ditreksirmsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto,Jumat (3/11).

Ia mengatakan pihaknya belum melakukan pengembangan, terkait aliran dana kasus ini. Dan Kuasa Pengguna Anggaran proyek ini, yakni Rektor Umrah hingga kini juga belum diperiksa. “Belum memanggil lagi, kami masih memeriksa empat orang itu saja,” tuturnya.

Adanya dugaan keterlibatan pihak lain, atas proyek ini sebelumnya disebutkan oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian. Ia mengatakan tak menutup kemungkinan akan bertambah tersangka. “Bisa saja,” tuturnya.

Dan tak hanya proyek ini saja yang diduga di korupsi. Dua proyek lainnya juga diduga di korupsi. Dua proyek itu yakni pengadaan barang sarana dan prasarana untuk studi kemaritiman. Dana untuk pengerjaan proyek ini sebesar Rp 40 miliar dikerjakan oleh PT KI. Lalu proyek pengadaan barang sarana dan prasarana untuk studi alternatif pada daerah kepulauan, dengan dana sebesar Rp 30 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh PT AIT. “Ketiga proyek ini sudah selesai, dan jalan hingga saat ini,” ungkap Sam.

Sumber Batam Pos dikepolisian menyebutkan dua proyek ini baru akan didalami. Setelah dugaan korupsi pengadaan sistim akademik selesai. “Mungkin tahun depan,” ujarnya singkat. (ska)

Respon Anda?

komentar