ilustrasi

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus berupaya untuk mematangkan rencana pengembangan Tanjungpinggir di Sekupang. Instansi pengelola investasi ini ingin membangun kawasan tersebut sebagai kawasan terpadu yang merupakan perpaduan antara industri, pariwisata dan MICE.

Dalam waktu dekat, seniman asal Bali, I Nyoman Nuarta–pembuat patung Garuda Wisnu Kencana di Bali akan bertemu pimpinan BP Batam.

“Kami akan ketemu pekan depan membahas pengerjaan ikon baru sebagai tempat seni di Tanjungpinggir,” kata Deputi II BP Batam, Yusmar Anggadinata, baru-baru ini.

Ikon yang akan dibangun adalah patung Elang Laut yang konon akan dibangun sangat tinggi.

“Ingin buat patung Elang Laut yang lebih besar. Jadi dari Singapura pun bisa kelihatan jelas,” ujar dia.

Dengan demikian, Batam akan lebih dikenal lagi sebagai tujuan wisata. Angga berharap angka kunjungan wisatawan ke Batam, khususnya mancanegara bisa meningkat.

“Masa tinggal wisatawan di Batam juga bisa lebih lama,” harap Angga.

Angga kemudian menjelaskan pembangunan infrastruktur termasuk salah satu fokus kerja di kepemimpinan baru BP Batam. Pengembangan Tanjungpinggir sebagai kawasan terpadu memang sudah muncul di era kepemimpinan Hatanto Reksodipoetro sebagai Kepala BP Batam. Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan, saat itu perencanaannya masih dalam tahap studi awal.

“Sekarang dimatangkan lagi desainnya. Nanti baru dilihat kondisi lahan di lapangan. Elang dipilih karena merupakan binatang khas Kepri,” kata Andi.

Sebelumnya, mantan Deputi IV BP Batam, Purba Robert M Sianipar mengatakan BP Batam berencana membuat ikon baru di Tanjungpinggir sebagai tempat seni di Batam.

Ide membuat ikon baru itu sejalan dengan rencana BP Batam menjadikan Tanjungpinggir, mulai dari sebelah resort sampai ke lapangan golf sebagai kawasan terpadu. Penggabungan antara industri, pariwisata dan MICE.

“Batam perlu semacam ikon. Harus ada ikon di Batam yang dijadikan tempat seni. Karena Indonesia kaya dengan seni, tapi tempat mengekspresikan seni tak ada. Di Singapura saja ada,” kata Robert.(leo)

Respon Anda?

komentar