Karin, 39, sering merasa tersiksa.

Penyebabnya, suaminya, Donwori, 47, masih membandingkannya dengan almarhum istrinya.

Karin ingin seperti Ashanty yang sangat menyayangi Aurel dan Azriel, buah hati suaminya, Anang Hermansyah dengan Krisdayanti, istrinya yang dahulu. Makanya, ia sangat sayang kepada keempat anak tirinya karena ia sendiri sudah angkat rahim.

“Suami pertama meninggalkan saya, karena saya enggak bisa punya anak. Saya nikah dengan Mas Wori juga karena sudah punya anak, jadi saya enggak repot ngangkat anak,” kata Karin.

Mulanya, Karin cukup sulit untuk mengakrabkan diri dengan anak-anak Donwori. Mereka menolak keberadaannya. Ia pun tidak berdaya karena keluarga besarnya mengucilkannya, karena hanya seorang guru SD. Sementara, Donwori dan keluarga besarnya merupakan pengusaha besar dan memiliki berbagai bisnis perikanan dan transportasi.

“Saya awalnya minder, tapi lama kelamaan anak-anak dekat banget sama aku. Tapi, yang enggak enak itu suami sering begitu. Keliru manggil aku dengam sebutan istri pertama. Entah itu disengaja atau tidak,” papar warga yang tinggal di kawasan Gayungsari tersebut.

Padahal, lanjut wanita yang sudah berstatus PNS itu, pernikahannya dengan Donwori sudah 7 tahunan. Anak dan keluarga besarnya juga menyanyanginya. Namun, suami juga terkadang selalu membandingkan dengan istri sebelumnya. Misalnya, urusan masak. Suami seringkali ngomong kurang asin atau apalah.

“Saya sebenarnya sudah berusaha membuat atau melayani suami dan anak-anak dengan baik. Tapi, kalau setiap kali bilang ‘mama dulu gak kayak gini’, aku jadi sakit hati,” kata Karin. (sb/han/jek/JPR)

Respon Anda?

komentar