Kehidupan di Saudi Arabia

batampos.co.id – Lembaga antikorupsi Kerajaan Arab Saudi menahan sedikitnya 11 pangeran dalam kasus dugaan korupsi, Sabtu (4/11) waktu setempat. Selain 11 pangeran, ada empat menteri dan puluhan bekas menteri lainnya yang juga ditahan karena kasus yang sama.

“Mereka ditahan pada Sabtu petang atas dugaan korupsi,” tulis laman berita Al Arabiya, Minggu (5/11) WIB.

Menurut laporan Al-Arabiya, Komisi Antikorupsi yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman menemukan sejumlah bukti korupsi pada insiden banjir 2009 yang menghantam sejumlah kawasan di Jeddah, Arab Saudi. Banjir ini kemudian berujung merebaknya virus pernapasan (MERS) di Timur Tengah pada 2012.

Komisi Antikorupsi di Saudi memiliki hak mengivestigasi, menahan, mengeluarkan pelarangan perjalanan, membekukan rekening, serta mengetahui aliran dana dan kepemilikan aset individu, yang diduga terlibat korupsi.

“Keputusan membentuk Komite Antikorupsi bertujuan untuk mengetahui kepemilikan uang seseorang yang diperoleh secara ilegal,” kata Raja Salman.

Menurut berita yang dilansir kantor berita Reuters, di antara 11 pangeran Kerajaan Arab Saudi yang ditahan adalah Pangeran Alwaleed bin Talal. Seorang miliader dari lingkaran istana yang memiliki perusahaan Kingdom Holding. Alwaleed dikenal sangat tajir dan kekayaannya tercantum dalam daftar orang kaya di dunia versi Majalah Forbes, Amerika Serikat.

Sementara di antara menteri senior yang dipecat adalah Pangeran Meteb bin Abdullah yang saat ini menjabat sebagai Kepala Keamanan Nasional Arab Saudi dan Menteri Ekonomi Adel Fakeih.

“Abdullah al-Sultan, seorang Komandan Angkatan Laut Arab Saudi, digantikan oleh Fahad al-Ghali. Namun tidak ada alasan jelas soal penggantiannya,” tulis Al Jazeera, Minggu (5/11).

Namun demikian Arab Saudi membantah kabar ada pemecatan terhadap sejumlah menteri senior dan penahahan terhadap selusin pangeran oleh Komite Antikorupsi seperti dilaporkan oleh beberapa media pada Sabtu (4/11) lalu. (jpgroup)

 

Respon Anda?

komentar