batampos.co.id – Bagai gunung es, jumlah pesakit menular HIV/AIDS di Tanjungpinang mengalami peningkatan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam menuturkan jumlah penderita salah satu penyakit menular ini mengalami fluktuasi tiap bulan hingga tahunnya.

Iklan

“Dikarenakan data yang kami peroleh bukan semata data warga yang baru saja tertular. Tapi justru baru diketahui,” tutur Rustam.

Ia kembali menjelaskan, jika terjadi kenaikan jumlah penderita pada bulan ini, bukan berarti warga yang baru masuk data menderita HIV/AIDS di bulan yang sama. “Bisa jadi berbulan-bulan sebelumnya, atau bahkan tahun sebelumnya,” papar Rustam.

Sementara terdatanya warga oleh Dinkes Tanjungpinang, diperoleh dari adanya laporan dari masyarakat kepada pihak kesehatan, atau ketika penderita baru menjalani pengobatan medis dan lain sebagainya.

“Ini seperti fenomena gunung es. Dari data yang kami peroleh bisa jadi masih ada beberapa penderita lama belum terdata atau ada warga yang lain yang berpotensi menjadi penderita baru,” tuturnya lagi.

Oleh karena itu, Dinkes turut mengambil kebijakan sebagai deteksi dini adanya pederita yang tertular penyakit yang belum ditemukan obatnya ini.

Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan kepada ibu hamil. Hal ini dinilai efektif, karena sekaligus dilangsungkannya proses pengecekkan kehamilan. Jika ditemukan ibu hamil tertular, maka tindakan lanjutan dapat segera dilangsungkan sehingga tak memperparah kondisi ibu hamil dan janin.

“Satu-satunya kendala menemukan penderita penyakit menular yang ini, karena latar belakang dari penyakit itu sendiri,” papar Rustam

Oleh karena itu, sosialisasi terus menerus agar semakin cepat untuk mengambil tindakan medis terus digencarkan Dinkes Tanjungpinang.

“Paling tidak dengan pengobatan yang cepat dan tepat mampu memperpanjang harapan hidup dan menekan angka penularan,” imbuhnya. (aya)