Kasubnit III Jatanras Polda Kepri AKBP Aris (kanan) bersama anggota Polda Kepri mengawal dua tersangka Dendi Purnomo yang diamankan pada operasi tangkap tangan saat ekpos di Mapolda Kepri, Selasa (24/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pasca operasi tangkap tangan (OTT), kondisi kesehatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Dendi Nurdin Purnomo menurun.

“Yang namanya dari luar masuk ke dalam (masuk bui) mana ada yang sehat. Siapapun itu pastinya tidak sehat, sekalipun tadinya sehat,”
kata Penasihat Hukum Dendi, Ampuan Situmeang, Senin (6/11) di Kantor Kadin Batam.

Meski begitu, Ampuan meminta publik tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam kasus kliennya. Biarkan proses di pengadilan yang menetapkan Dendi bersalah atau tidak nantinya.

“Kami sebagai advokat mendampingi proses hukumnya. Bukan membela atau
membenarkan. Karena yang mengadili itu hakim,” katanya.

Ampuan meminta agar Dendi jangan diadili oleh publik seolah-olah bersalah. Dia harus dianggap tidak bersalah dulu. Inikan baru persangkaan-persangkaan,” ujar dia.

Ampuan sendiri sudah bertemu langsung dengan Dendi. Dia juga sudah mendengar kronologi kejadian hari itu yang terbilang cepat. Termasuk soal keberadaan amplop yang disebut sebagai tanda ucapan terima kasih.

“Begitu keluar dari rumah, tiba-tiba datang orang. Kan syok. Tadinya dia mau balik lagi ke kantor,” kata Ampuan.

Apakah Dendi dijebak. Ampuan tak mau berkomentar. Menurutnya terlalu cepat untukĀ  mengatakan proses OTT tersebut adalah jebakan.

“Biarkanlah persidangan yang menentukan apa yang terjadi. Saya melihat orang dikasih amplop, ya memang salah. Isi amplop seharusnya dilempar. Tapi apa mungkin begitu,” ujar dia.

Terlepas dari semua yang sudah terjadi, Ampuan mengatakan pihaknya tetap kooperatif dengan penyidik untuk mengungkap kasus ini.

“Apapun itu kita tunggu bagaimana pemeriksaan selanjutnya. BAP (Berita Acara Pemeriksaan) yang kemarin belum tutup, masih nyambung,” kata Ampuan. (leo)

Respon Anda?

komentar