batampos.co.id – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Kepulauan Anambas tahun 2018 sudah ditetapkan dan disepakati melalui Rapat Dewan Pengupahan Kabupaten Kepulauan Anambas Senin (6/11) sebesar Rp 2.932.925.

UMK tersebut naik sebesar Rp 235.690 dari UMK tahun 2017 di angka Rp 2.697.235. Selain lebih tinggi dari tahun sebelumnya, UMK Anambas juga lebih tinggi dibandingkan dengan UMK Provinsi yang hanya sebesar Rp 2.563.875.

Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Tenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Anambas Yunizar, mengatakan, rapat Dewan Pengupahan kali ini lebih cepat dibandingkan dengan rapat tahun-tahun sebelumnya, karena tidak ada perbedaan pendapat untuk menentukan besarnya UMK.

“Rapat berjalan lancar, tidak ada perbedaan pendapat antara perwakilan pengusaha dan perwakilan buruh karena penentuan UMK bukan berdasarkan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL), tapi berdasarkan rumusan dari peraturan pemerintah,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.

Jelas Yunizar, rumusan UMK tahun 2018 yakni UMK ditambah UMt +UMt x [(inflasi + % APBD)] x Adj. Dalam rapat Dewan Pengupahan tersebut ada tiga pilihan. Pilihan pertama nilai Adj adalah 0 pilihan kedua nilai Adj 1 dan pilihan ketiga nilai Adj 2. Jadi masing-masing pihak bisa memilih satu pilihan tersebut. Perbedaannya hanya ada pada prosentase penyesuaian.

“Dalam rapat disepakati pilihan pertama yakni besaran Adj 0 persen, jadi nilai UMK menjadi Rp 2.932.925. Nilai tersebut yang akan disampaikan ke gubernur untuk dilakukan verifikasi dan persetujuan,” jelasnya. (sya)

Respon Anda?

komentar