Sejumlah pekerja sedang melakukan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batuampar. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pertumbuhan ekonomi Kepri yang mengalami peningkatan ke angka 2,41 persen pada triwulan ketiga dipandang belum menunjukkan adanya perubahan. Pemerintah daerah di Batam harus kerja keras terutama dalam menyerap anggaran agar pertumbuhan ekonomi Batam yang menjadi penyokong ekonomi Kepri bisa melesat jauh.

“Nilai tersebut jika bicara triwulan. Berbeda jika bicara tahun ke tahun,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk, Selasa (7/11).

Jadi mengatakan hingga triwulan ketiga, pertumbuhan ekonomi Kepri belum menunjukkan pertumbuhan maksimal.

“Hanya tumbuh sebesar 1,82 persen. Melambat jika dibanding periode sama pada tahun sebelumnya yakni 4,97 persen,” ungkapnya.

Berdasarkan per triwulan pun, sebenarnya ekonomi Kepri masih stagnan.

Pada triwulan pertama, ekonomi Kepri tumbuh 2,02 persen.

Triwulan kedua terjerembab di angka 1,04 persen dan sekarang 2,41 persen.

“Pada kenyataannya belum ada investasi yang masuk kawasan industri tahun ini. Shipyard juga jatuh, properti masih jalan di tempat. Jika bicara berdasarkan konsumsi, mungkin ia hal tersebut yang mengalami peningkatan,” jelasnya.

Senada dengan Jadi, Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, OK Simatupang mengatakan pemerintah daerah harus bekerja keras untuk membangun infrastruktur dan proyek yang ada.

“Karena Presiden pernah marah karena penyerapan APBD sangat rendah,” jelasnya.

Ia mengatakan untuk menggairahkan pertumbuhan ekonomi, sektor swasta dan sektor pemerintahan harus seimbang.

“Jika industri saja yang tumbuh, tapi penyerapan APBD rendah pasti ekonomi juga timpang. Jadi harus sama-sama agar target pertumbuhan ekonomi bisa tercapai,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua Apindo Batam, Yanuar Dahlan mengatakan salah satu sektor yang harus dikembangkan untuk menggalakkan pertumbuhan ekonomi adalah pariwisata.

“Pariwisata belum tergarap maksimal. Untuk langkah pertama ciptakan rasa aman dan nyaman dulu untuk memulainya,” katanya.

Lalu pemerintah diminta aktif untuk menjemput bola. Dengan kata lain pemerintah harus aktif meminta masukan yang berharga dari para stakeholder. (leo)

Respon Anda?

komentar