ilustrasi

batampos.co.id – Mantan Kepala Desa Lingai Edy Gius ngamuk di balai desa, Selasa (7/11) lalu. Dia membanting sejumlah kursi plastik hingga rusak. Dia juga menerjang kaca jendela balai pertemuan masyarakat desa hingga pecah. Pecahan kaca jendela pun berserakan di halaman balai desa.

Kemarahan Edy bermula karena dirinya dinyatakan tidak lolos verifikasi berkas dan dinyatakan tidak lolos menjadi bakal calon kepala desa pada pilkades akhir tahun ini. Menurutnya ada calon lain yang seharusnya tidak lolos justru diloloskan oleh panitia. Dalam keadaan emosi memuncak, dirinya terus mengeluarkan kata-kata kasar.

Edy Gius dinyatakan gagal karena dirinya lambat dalam menyampaikan laporan pertanggungjawaban akhir masa jabatan. Dari informasi yang berhasil dihimpun, Edy baru menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) pada 4 Oktober silam.

Padahal sebagai mantan kepala desa, untuk kembali mendaftar sebagai calon kepala desa dia harus menyampaikan LPJ masa akhir jabatan selambat-lambatnya 6 bulan setelah masa jabatannya berakhir. Masa jabatan Edy telah berakhir pada Februari 2017, berdasarkan Perbup nomor 32 tahun 2017 tentang pemilihan kepala desa. Seharusnya dia menyampaikan LPJ paling lambat Agustus 2017. Edy mengitari balai pertemuan dimana pleno yang dipimpin oleh ketua panitia, Sudarti tengah berjalan.

“Mana keadilan. Seharusnya semua bisa diloloskan sedangkan saya terhambat hanya karena bukan syarat yang mutlak yang tidak bisa dilengkapi. Sedangkan calon lain itu syarat mutlak tidak dapat dilengkapi, tapi kenapa justru lolos,” teriaknya.

Amukan Edy ini langsung memberhentikan pleno karena situasi semakin memanas dan tidak kondusif. “Ini sudah tidak adil, ada yang tak lengkap administrasi tapi tetap dilaksanakan pleno,” kata Edy Gius dengan nada marah.

Terpisah Sekretaris Kecamatan Siantan Selatan Azhar saat dikonfirmasi mengatakan, usai pulang dari Desa Lingai Selasa (7/11) malam, dia langsung menghadap Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas. “Dari hasil konsultasi, Bupati menyarankan untuk ditunda,” ungkapnya.

Terkait perusakan balai pertemuan masyarakat, Bupati memerintahkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) membuat surat tertulis kepada Edy Gius untuk memperbaki kursi dan jendela yang dirusaknya. “Apabila tidak diperbaiki, akan dilaporkan ke Polsek Siantan,” paparnya.

Mengenai calon Kades Lingai, Azhar mengatakan, dari tiga calon kades yang mengajukan, yang berkasnya lengkap hanya Sahtiar. Dua calon lainnya dinyatakan tidak lengkap. Bakal calon atas nama Afrizal dinyatakan tidak lengkap administrasi, karena tidak ada surat keterangan tempat atau domisili yang dikeluarkan kepala desa. Bakal calon lainnya Edi Gius tidak dapat menyampaikan LPJ tepat waktu. “Pilkades kemungkinan akan dilaksanakan pada pemilihan Pillkades serentak periode berikutnya,” ungkapnya lagi.

Azhar juga menyayangkan tindakan tak bijaksana seorang pemimpin, yang mengorbankan kepentingan masyarakat Desa Lingai. “Sayang sekali hanya Desa Lingai yang tidak bisa menggelar Pilkades, jadi tetap akan dipimpin oleh Pjs sampai Pilkades dilaksanakan,” jelasnya.

Sepeti diketahui KKecamatan Siantan Selatan menggelar 4 Pilkades serentak antara lain Desa Kiabu, Desa Telaga, Telaga Kecil dan Desa Lingai. Dari empat desa tersebut, akhirnya Desa Lingai urung melaksanakan Pilkades tahun ini. (sya)

Respon Anda?

komentar