Petugas Pertamina menyusun tabung gas 3 Kg untuk dijual di Tanjungunggat Tanjungpinang, belum lama ini. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disprindag) Provinsi Kepri, Burhanuddin mengatakan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana) berencana mengusulkan kenaikan harga gas LPG 3 Kg di Pulau Bintan. Menurut Burhanuddin, kenaikan tersebut harus melalui berbagai kajian.

“Belum lama ini memang ada pembicaraan dengan Hiswana dan Pertamina bersama Disprindag Kepri, Bintan dan Tanjungpinang. Topik pembahasannya adalah mengenai kenaikan harga gas 3 Kg di Bintan dan Tanjungpinang,” ujar Burhanuddin, Kamis (9/11).

Ditegaskan Burhanuddin, pada pertemuan tersebut tidak ada dibahas terkait rencana menaikan harga gas LPG 12 Kg dan LPG 5,5 Kg. Mengenai adanya surat yang diterbitkan Hiswana tersebut, Burhanuddin mengaku akan melakukan koordinasi kembali kepada pihak terkait.

“Kita juga heran, karena pembahasan kemarin hanya fokus pada LPG 3 Kg. Sedangkan untuk lain tidak ada dibicarakan,” tegas Burhanuddin.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah mengatakan sekarang ini adalah bukan waktu yang tepat untuk menaikan harga gas tersebut. Ia khawatir, ketika harga gas LPG 12 Kg, 5,5 Kg, dan 3 Kg dinaikan akan mempengaruhi biaya hidup masyarakat. “Kita tahu, kondisi ekonomi Kepri berada dalam situasi yang sulit. Artinya sekarang ini bukan momentum yang tepat untuk membuat kebijakan tersebut,” papar Iskandarsyah.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kepri itu khawatir, akan terjadinya eksodus penggunaan gas dari yang lebih besar beralih ke lebih kecil. Ia juga miris, Kepri adalah merupakan daerah penghasil migas. Seharusnya, dengan adanya sumber daya tersebut bisa memberikan kesejahteraan masyarakat. “Kami minta Disprindag memastikan hal ini. Karena ini menyangkut beban hidup masyarakat Kepri,” tegas Iskandarsyah.(jpg)

Respon Anda?

komentar