Korban laka lantas tewas mengenaskan di lokasi kejadian di jalan raya Busung, Tanjunguban, Rabu (8/11) malam. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Suasana duka menyelimuti Perumahan Korindo Kijang Kecamatan Bintan Timur. Warganya Andrias Siswanto (42) tewas dalam kecelakaan maut di jalan raya Busung Tanjunguban persisnya di tikungan tajam dekat proyek pembangunan Bandara Internasional Busung, Rabu (8/11) sekitar pukul 18.30.

Pekerja di perusahaan agensi Pertamina Trans Kontinental (PTK) Tanjunguban ini tutup usia tepat di hari kelahiran. Kronologisnya, awalnya korban mengendarai sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi BP 4676 DQ dari Tanjunguban ke arah Tanjungpinang.
Lalu saat itu, seorang petani bernama Mbah Min berjalan searah di depan korban. Di luar dugaan, sepeda motor yang dikendarai korban menabrak warga kebun lima yang berusia 58 tahun.

“Mbah Min terjatuh di pinggir jalan setelah bahu sebelah kanannya disenggol stang sepeda motor korban,” kata Kasat Lantas Polres Bintan AKP Anjar Yagota kepada Batam Pos, kemarin.

Akibat kejadian itu, korban juga terjatuh di pinggir jalan. Belum sempat bangun, tiba-tiba dari arah yang sama, mobil Toyota Avanza bernomor polisi BP 1745 YT yang dikemudikan oleh Rizal Alfajri, adik karyawan Bank Syariah Mandiri (BSM) Tanjunguban melaju serta menabrak bagian kepala korban serta menyeret motor dan tubuh korban beberapa
meter. “Diduga sopir kurang konsentrasi dalam mengemudi mobil, sehingga langsung menabrak dan melindas korban,” katanya.

Usai kejadian, sopir mobil langsung diamankan di kantor Satlantas polres Bintan di Tanjunguban, sedangkan korban diangkat dengan dibantu pihak rumah sakit. “Barang bukti sudah kita amankan dan kasus ini lagi dibuat laporan. Ditaksir kerugian sekitar satu juta,” sebutnya.

Pantauan di rumah sakit malam itu kerabat korban melepaskan tangisan histeris di ruang unit gawat darurat. Lalu dibawa ke ruangan jenazah, korban dibersihkan dan dijahit wajahnya yang sudah remuk akibat dilindas mobil. “Dagunya bergeser sehingga
harus dijahit,” ujar seorang petugas medis.

Di luar rumah sakit, ramai kerabat korban yang berdatangan. Sanusi Sitompul, salah satu rekan korban turut berduka. kepergian rekannya itu, cukup mendadak dan mengejutkan, karena siang hari itu dirinya masih berpapasan dengan korban di salah satu kedai kopi di
Tanjunguban. “Hanya menyapa saja tidak biasanya kami selalu mengobrol,” ungkap warga Tanjung permai ini.

Selama mengenal korban, ia mengakui, korban merupakan sosok yang ramah dan mudah bergaul, bahkan korban selalu memulai menyapa pada tiap kesempatan. Ia juga mengaku terkejut, karena hari meninggalnya korban bertepatan dengan hari lahirnya. “Mungkin sudah ditunggu keluarganya di rumah, mereka ada acara, karena almarhum hari
ini ulang tahun,” katanya.

Syandi, rekan korban lainnya menyampaikan, korban merupakan sosok yang sangat baik dan ramah. Ia juga tidak menduga kepergian rekannya itu terbilang cepat, apalagi kepergiannya tepat di hari ulang tahunnya. “Sedih, anak-anaknya juga masih kecil.
Istrinya guru di kijang,” sahut rekan lainnya. (cr21)

Respon Anda?

komentar