Pengendara bermotor menghindari batu yang menghalangi jalan Tarempa-Rintis di Kampung Melayu, Tarempa. F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Tarempa merupakan pusat kota Kabupaten Kepulauan Anambas. Tarempa hanya memiliki wilayah daratan yang sempit. Sangat mudah ditemui rumah warga yang berada diatas batu, diatas tebing maupun di bawah tebing atau bataun.

Pada setiap akhir tahun selalu dihadapkan dengan sejumlah kesulitan seperti harus menghadapi musim angin Utara. Dimana pada saat itu gelombang tinggi angin kencang sehingga tak jarang nelayan hilang di perairan Anambas.

Sementara itu bencana lain yang sering mengancam warga yakni sering adanya tanah longsor. Tidak jarang warga yang mengalami dampak tanah longsor. Baru-baru ini ada juga tanah longsor yang terjadi di Kampung Baru Kelurahan Tarempa tepatnya di pertengahan jalan pintas Tarempa-Batutambun.

Material berupa tanah dan bebatuan menutup jalan pintas tersebut. Sehingga jalan itu sempat macet beberapa saat. “Kejadian hari Kamis (9/11) kemarin. Setelah pagi hujan deras, sore longsor,” ungkap Sumardi, warga yang tinggal diatas tebing yang longsor tersebut ketika ditemui wartawan kemarin.

Diakuinya longsornya tebing itu sangat berbahaya. Namun diakuinya saat kejadian tidak ada pengendara motor yang melintas dijalan itu. “Untung tidak ada yang melintas, kalau ada pengendara motor yang melintas, bisa jadi korban tanah longsor itu,” ungkapnya lagi.

Sumardi, mengaku miris dengan kejadian itu pasalnya, hampir saja rumah miliknya terkena dampak longsor tersebut. “Longsor sudah mendekati pondasi teras depan rumah. Kalau hujan lebih lama, kemungkinan teras juga ikut ambruk. Cuma antena parabola yang ikut runtuh karena tanahnya runtuh,” ungkapnya.

Dirinya berharap kejadian ini menjadi guru yang berarti dan menjadi pedoman pemerintah supaya lebih waspada dalam melakukan penanggulangan bencana alam. (sya)

Respon Anda?

komentar