Farazila Amtar saat bertandi dalam ajang Kejuaraan daerah (Kejurda) 2016 di Batam. Ia berhasil meraih juara tiga dalam ajang tersebut. F. Dokumen pribadi untuk Batam Pos.

batampos.co.id Keseriusan yang berawal dari sekedar hobi menjadi motivasi bagi, Farazila Amtar untuk bisa meraih ukiran prestasi di bidang olahraga tenis meja. Atlet muda berbakat satu ini merupakan salah satu atlet petenis meja putri yang siap berlaga mewakili Kota Tanjungpiang, untuk meraih gelar juara dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda), yang berlangsung di Batam, Senin (27/11) mendatang.

Memiliki usia yang masih terbilang belia, gadis yang akrab disapa Fa,18, ini sudah menyumbangkan segudang prestasi yang patut untuk dibanggakan di bidang olahraga tenis meja.

Diantaranya, berhasil meraih juara 1 dalam ajang O2SN Kota Tanjungpinang tahun 2015, juara 1 Walikota Cup tingkat SMA dan SMK tahun 2017, juara 2 O2SN Provinsi Kepri tahun 2015, juara 3 Kejurda Batam 2017, juara 3 tunggal putri Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), juara 2 ganda putri Popda, dan lainnya.

“Prestasi yang berhasil diraih itu semuanya mewakili Kota Tanjungpinang,” ungkapnya kepada Batam Pos, Jumat (10/11).

Menurutnya ukiran prestasi itu tentunya tidak mudah didapat begitu saja. Semuanya itu bisa berhasil karena dibarengi dengan keyakinan yang kuat serta latihan keras yang betul-betul harus difokuskan.

Wanita berparas cantik ini menceritakan, awal ia menyukai olahraga tenis meja itu sudah dimulai sejak ia duduk di kelas lima SD, melalui hobi yang ditularkan ayahnya yang juga sangat menyukai olahraga tersebut.

Waktu terus berlalu, orang tua semakin mendukung hingga memasukkannya ke salah satu tempat pelatihan tenis meja di Club Nuansa, pada tahun 2011. Disitu, dirinya terus berlatih hingga berani untuk mencoba mengikuti ajang olahraga yang diselenggarakan pemerintah daerah melalui sekolah.

“Keinginan pertama tampil itu karena memberanikan diri. Saya berfikir, untuk apa setiap hari saya terus berlatih, kalau akhirnya tidak berani untuk mencoba tampil. Untuk itu, saya coba tampil dengan mengeluarkan kemampuan yang saya miliki. Alhamdulilah dapat juara 1,” ungkapnya.

Ia mengaku prestasi yang ia dapat saat ini tentunya tak terlepas dari dukungan kedua orang tuanya yang selalu setia mendukung penuh keinginannya menjadi seorang atlet tenis meja.

Tak hanya itu, dukungan dari pak Mentereng Sakti, serta Muhamad Yunus, selaku pengurus Persatuan Tenis Meja (PTM) Rajawali club yang menjadi tempatnya berlatih saat ini juga menjadi motivasi semangat baginya untuk terus berjuang, agar bisa meraih prestasi lainnya.

“Ayah sering bilang dalam bertanding jangan pernah memikirkan menang atau kalah, yang terpenting harus memberikan permainan yang terbaik. Dan itu yang sampai saat ini saya ingat, dan menjadi pesan yang berharga” ungkapnya.

Mahasiswi semester 1 fakultas Akutansi STIE Pembangunan Tanjungpinang, ini, mengakui saat ini masih banyak kekurangan yang menjadi kendala dari para atlet tenis meja di Tanjungpinang.

Seperti terbatasnya penyediaan tempat latihan, serta minimnya ketersediaan pelatih untuk melatih para atlet hingga betul-betul siap untuk melaksanakan pertandingan dalam segala ajang.

Untuk itu, ia menaruh harapan besar terhadap pemerintah daerah untuk bisa terus mendukung kemajuan atlet yang ada di Tanjungpinang, terkhususnya atlet tenis meja putri yang saat ini hanya berjumlah sedikit.

“Kita berharap, niat untuk bisa mengharumkan Kota Tanjungpinang, dengan prestasi yang dimiliki para atlet bisa didukung dengan maksimal. Seperti penyediaan tempat bertanding, serta ketersediaan pelatih yang betul-betul profesional bisa difasilitasi pemerintah,” imbuhnya. (cr20)

Respon Anda?

komentar