ilustrasi

batampos.co.id – Gedung sekolah baru milik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 8 Farmasi Batam di Dapur 12 Sagulung sudah hampir rampung. Pembangunan yang dikerjakan oleh CV Pormula Jaya dengan nomor kontrak 09.06/SPPP/DISDIK/VI/2017 itu telah memasuki tahap akhir. Sesuai kesepakatan kontrak kerja yang ada gedung sekolah itu rampung pertanggal 15 Desember mendatang.

Pantauan di lapangan, pembangunan yang masih fokus satu gedung itu sudah merampungkan pembangunan gedung berlantai dua. Pengerjaan tinggal hanya plester tembok gedung yang sudah berdiri.

Koordinator pekerja dari CV Pormula Jaya Bima menuturkan, untuk pembangunan gedung sekolah baru itu tanggung jawab mereka sampai pada pembangunan fisik gedung saja. Sementara untuk perlengkapan gedung pemesangan keramik, jendela, pintu dan pengecatan akan dikerjakan oleh kontraktor lain.

“Tanggung jawab kami sudah hampir selesai. Awal Desember sudah siap ini. Selanjutnya akan dilanjutkan kontraktor lain untuk pasang keramik, jendela, pintu sampai cat,” ujar Bima.

Pembangunan gedung sekolah baru itu, sesuai kesepakatan dengan pihak Dinas Pendidikan Kepri, kata Bima pihaknya hanya bangun satu gedung berlantai dua saja. Gedung tersebut terdapat enam ruangan kelas dan empat kamar mandi.

Rampungnya gedung sekolah baru tersebut disambut baik oleh pihak SMKN 8 sendiri. Plt Kepala SMKN 8 Rafio mengatakan, selama ini pihaknya cukup kesulitan sebab harus numpang belajar di gedung SMKN 5 Batam. Selama numpang belajar disana, sekitar 80 siswa angkatan pertama itu harus masuk siang terus sebab pagi gedung yang sama dipakai oleh siswa SMKN 5.

“Ya Alhamudulilah. Kami juga sudah lihat sendiri dan komitmen pemerintah (Disdik Kepr) untuk secepatnya merampungkan gedung itu tercapai dengan baik. Kami apresiasi itu. Kasian kalau anak-anak (siswa) harus lama menumpang seperti ini,” ujar Rafio.

Kadisdik Kepri Arifin Nasir sebelumnya menegaskan, pembangunan unit sekolah baru itu memang ditargetkan rampung akhir tahun ini. Dan awal tahun 2018 mendatang gedung sekolah baru itu akan segera dipergunakan. “Semua unit sekolah baru yang dibangun tahun ini awal tahun sudah harus digunakan. Itu sudah komitmen kami agar tak ada lagi yang numpang (belajar),” kata Arifin.

Untuk gedung SMKN 8 sendiri, kata Arifin pembangunan dilakukan secara bertahap, dimana untuk tahap awal baru satu gedung berlantai dua. Ini sesuai dengan jumlah siswa yang diterima pada tahun ajaran pertama ini.

“SMKN 8 ini baru memasuki tahun ajaran pertama jadi pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan,” ujar Arifin.

SMKN 8 sendiri merupakan sekolah yang baru berdiri ditahun 2017 ini. Sekolah tersebut fokus pada jurusan Farmasi. Kehadiran sekolah Farmasi itu disambut baik masyarakat Sagulung. Ini dibuktikan dengan PPDB tahun pertama langsung diserbu sekitar 200 siswa. Padahal daya tampung yang diterima hanya 80 siswa saja. Saat ini sekolah tersebut masih numpang di gedung SMKN 5 Batam. (eja)

Respon Anda?

komentar