ilustrasi

batampos.co.id – Nanti, tidak ada lagi listrik berdaya 1.300, 2.200, dan 3.300 VA untuk rumah tangga nonsubsidi.

Semua golongan tersebut dayanya dinaikkan menjadi 4.400 VA.

Lantas, apa manfaatnya bagi masyarakat? Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengungkapkan kebijakan itu dilakukan dalam rangka memberi kemudahan kepada masyarakat. Terutama, dalam penggunaan alat elektronik secara bersamaan yang membutuhkan kapasitas besar.

“Ini sederhana sekali, (daya) 1.300 VA misalnya. Pasang kulkas, AC, dan setrika mati enggak (listriknya)? Kemungkinan mati. Nah, ini yang akan kita naikkan dayanya,’’ terang Arcandra.

Lebih lanjut dia menjelaskan, meski dayanya naik menjadi 4.400 VA, tarif listrik diusahakan sama. Untuk informasi, saat ini tarif listrik 1.300 VA adalah Rp 1.467 per kWh.

’’Jadi ada penyederhanaan golongan dengan harapan tarifnya sama,” ujarnya di Jakarta, Senin (13/11).

Sementara itu, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng menyebut, penambahan daya listrik berguna untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Misalnya, bagi mereka yang mempunyai usaha dan membutuhkan daya besar. Secara tidak langsung akan terbantu dengan kebijakan tersebut.

“Apalagi sekarang era internet of things, bisa bisnis dari rumah. Artinya, orang di rumah itu yang tadinya bisa masak kue, bisa langsung dipasarkan. Untuk meningkatkan yang seperti itu sebenarnya,” tandas Andy.

Saat ini, pemerintah terus mematangkan rencana penyederhanaan golongan pelanggan listrik tersebut. Untuk pelanggan yang sudah memasang daya tinggi seperti 4.400 VA sampai 12.600 VA, nanti dijadikan 13.000 VA. Sedangkan pelanggan daya di atas itu, akan di-loss stroom.

Bagaimana dengan golongan subsidi 450 VA yang memiliki pelanggan 23 juta rumah tangga dan golongan 900 VA sebanyak 6,5 juta rumah tangga? Pemerintah memastikan tidak ada perubahan sama sekali. (cr4/JPC)

 

Respon Anda?

komentar