Noorlizah Nurdin (tiga dari kiri) menyaksikan siswa SD di Bintan melakukan pemeriksaan mata Minggu (11/12). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Kepri kembali menggelar program Low Vision untuk para pelajar di Kabupaten Bintan. Program ini digelar agar para pelajar tidak mengalami permasalahan yang berat untuk penglihatan mereka.

“Ini adalah program pencegahan agar masyarakat terhindar dari kebutaan. Mereka dideteksi secara dini dengan diperiksa matanya oleh tenaga yang sudah ahli. Kali ini sasaran kita para pelajar di Kabupaten Bintan,” kata Ketua LKKS Kepri, Noor Lizah Nurdin Basirun, akhir pekan lalu di Gedung Daerah Tanjungpinang.

Dalam program kali ini, sebanyak tujuh sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bintan yang dituju. Mereka adalah SDN 001 Bintan Utara, SDN 002 Bintan Utara, SDN 003 Bintan Utara, SDN 004 Bintan Utara, SDN 005 Bintan Utara,SDN 006 Bintan Utara dan SDN 007 Bintan Utara.

Sebanyak 140 orang murid SD yang discerning awal oleh gurunya karena ada keluhan gangguan penglihatan. Dari total peserta ditemukan adanya kelainan pada mata sehingga membutuhkan kacamata sekitar 35 orang murid SD. Sementara ada dua kasus yang harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi karena membutuhkan tindak lanjut oleh dokter spesialis mata.

“Kita ingin anak-anak bisa mendapat pendidikan yang baik dan kancar tanpa harus ada gangguan penglihatan,” kata Noor Lizah.

Program di Bintan ini merupakan kegiatan LKKS yang ketiga untuk tahun 2017. Akhir tahun ini, menurut Noor Lizah, pihaknya akan menyelenggarakan program nikah massal.

“Insya Allah, Desember nanti. Mohon dukungan dan partisipasi dari pemerintah daerah setempat baik RT, RW, Lurah dan Camat, mengingat dari sasaran yang ada belum memiliki identitas yang lengkap,” kata Noor Lizah.

Pada kesempatan itu, Noor Lizah berterima kasih kepada Dinas Pendidikan Bintan dan para Kepala Sekolah serta guru-guru yang SD-nya berpartisipasi pada program bhakti sosial ini.

LKKS merupakan organisasi plat merah yang fokus pada program Kesejahteraan Sosial. Hal ini agar terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya. Lembaga ini selalu menyelenggarakan program sebagai upaya yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah daerah, dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial guna memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara, yang meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial. (bni)

Respon Anda?

komentar