Kota Lama jalan Merdeka Tanjungpinang akan ditata sebagai kawasan wisata terpadu. Dikawasan ini juga akan dibuat pasa malam Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,┬áPemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang akan mengubah Kawasan Kota Lama menjadi pasar malam. Dipastikan pasar malam ini tidak sampai menghambat aktivitas ekonomi sehari-hari. Sebab jam operasionalnya sudah ditentukan.

“Nanti dibuka dari jam lima sore sampai jam 12 malam. Jadi tidak sampai mengganggu aktivitas siang harinya,” ungkap Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Minggu (12/11)

Untuk penempatan mobil toko (moko), sambung Lis, akan difokuskan sepanjang ruas jalan Merdeka hingga jalan Teuku Umar. Setidaknya, akan ada lebih dari 70 moko yang ditempatkan di sana. Usaha yang boleh dibuka juga bervariasi. Namun, Lis mengingatkan, tidak boleh ada yang menjual makanan basah dan belum diolah.

“Hanya diperbolehkan menjual makanan yang sudah dikemas, bukan memasak di tempat, contohnya masak nasi goreng, mie goreng, dan sebagainya. Rencananya, pedagang yang menjual makanan basah, akan kita tempatkan di lokasi parkir eks bioskop gembira,” terang Lis.

Untuk moko ini, lanjut Wali Kota, warga diberi kesempatan untuk ikut dalam program ini. Namun yang menjadi prioritas pemilik toko di wilayah Kota Lama dan warga di Kelurahan Tanjungpinang Kota. Ia berharap, 2020 mendatang, seluruh pedagang kaki lima sudah berjualan fortabel dengan menggunakan moko. Ke depan secara bertahap, pemko juga akan membenahi pasar baru dan menghidupkan kembali Bestari Mall.

“Mudah-mudahan upaya untuk menata kota dan meningkatkan perekonomian di Kota Tanjungpinang dapat terwujud. Tentu, ini harus ada dukungan dan keterlibatan masyarakat di Kota ini,” ucapnya.

Terobosan program Tanjungpinang Night Market diyakini akan memberi dampak secara langsung terhadap pembangunan ekonomi masyarakat dan kepariwisataan daerah.

Sekretaris Daerah Riono menambahkan, wisatawan asing yang datang ke Tanjungpinang bisa diajak menikmati suasana malam di kawasan kota lama.
Apalagi Pemko Tanjungpinang sudah menerapkan, bagi tamu yang akan melakukan kunjungan kerja, diwajibkan untuk menginap satu malam di Tanjungpinang. “Ini sebagai upaya, agar pertumbuhan ekonomi terus meningkat, seperti, hunian hotel meningkat, pengunjung restoran meningkat, transportasi meningkat, bahkan akan berdampak positif bagi perkembangan UMKM di Kota ini,” ucapnya. (aya)

 

 

Respon Anda?

komentar