batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang akan membawa seluruh usulan penataan dan perubahan daerah pemilihan (Dapil) ke pengurus pusat. Apalagi awal pekan ini, sambung Robby, akan ada Rapat Koordinasi Nasional di Palembang.

“Semua masukan dari teman-teman partai akan kami sampaikan pada Rakornas di Palembang, 14-16 November ini,” ujar ujar Ketua KPU Tanjungpinang Robby Patria, Minggu (12/11).

Perubahan jumlah dapil menjadi penting untuk dibahas lantaran akan berpengaruh pada jumlah kursi bagi anggota legislatif. Menjadi kian penting mengacu pertumbuhan masyarakat yang semakin pesat sehingga dirasa perlu ada pembahasan mengenai jumlah dapil di Tanjungpinang.

“Proses penataan dapil ini sampai dengan tahun depan. Jadi kami juga akan lakukan uji publik agar semua pihak dapat menerima dengan baik proses penataan dapil,” ujarnya.

Ketua Divisi Teknis KPU Tanjungpinang Djuhari mengungkapkan, sebelumnya ia sudah pernah mengusulkan dapil Tanjungpinang Barat-Kota untuk dipisah. Namun ketika disampaikan ke KPU RI ditolak.

Ada beberapa usulan dapil yakni tetap mengacu sesuai Undang Undang No 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Dimana minimum kursi per dapil tiga dan maksimum 12 per dapil.

Misalnya PDIP mengusulkan dapil Tanjungpinang dibagi menjadi lima dapil yakni dapil Tanjungpinang Barat, Bestari, Kecamatan Kota, Kecamatan Tanjungpimang Timur 1 dan Kecamatan Tanjunginang Timur 2.

Sedangkan Golkar dan PAN hampir sama mengusulkan agar dapil tetap mengacu kepada Peraturan perundang undangan.

Ketua Hanura Tanjungpinang Rona Andaka menilai dapil Tanjungpinang diperbanyak agar anggota DPRD lebih maksimum mendekati pemilihnya di wilayah yang sempit dibandingkan wilayah yang luas.

Pengamat politik dari Stisipol Tanjungpinang Zamzami A Karim dalam kesempatan itu menambahkan, bagi partai bukan jumlah penduduk yang penting, tapi sedikit dan banyaknya dapil. Dengan sistem perhitungan sekarang, partai sedang dan kecil bisa saja tak mendapatkan kursi kalau terjadi pemecahan dapil yang banyak.

“Karena pembagian suara tak lagi menggunakan suara sisa,” ungkap Zamzami. (aya)

Respon Anda?

komentar